JAKARTA — Pemerintah bersama Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi LPG berjalan lancar dan sesuai ketentuan melalui pengawasan langsung di lapangan di wilayah Jakarta dan Bekasi.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, bersama Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, melakukan peninjauan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan pangkalan LPG pada Jumat hingga Sabtu (4/4/2026).
Pengawasan dilakukan mulai dari proses pengisian LPG ke tabung di SPBE, termasuk penimbangan, pengecekan kebocoran, hingga penyegelan sebelum distribusi.
“Kami memastikan penyiapan LPG berjalan sesuai standar keselamatan, dan hasil pengecekan menunjukkan distribusi dalam kondisi terkendali dan lancar,” kata Laode.
Peninjauan juga dilakukan di sejumlah pangkalan LPG di Bekasi dan Jakarta Utara. Di lokasi tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung berat tabung serta harga jual untuk memastikan kesesuaian dengan ketentuan.
Menurut Laode, hasil pemeriksaan menunjukkan pasokan dalam kondisi aman, dengan distribusi yang dinilai berjalan andal hingga tingkat pangkalan.
“Artinya bukan hanya stok yang aman, tetapi distribusinya juga berjalan baik dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Sementara itu, Eko Ricky Susanto menyatakan Pertamina terus memastikan ketersediaan LPG, khususnya tabung 3 kilogram, agar dapat diakses masyarakat secara merata.
“Distribusi kami pastikan menjangkau hingga pangkalan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan LPG di lokasi terdekat,” kata Eko.
Pengawasan ini diharapkan memberi kepastian bagi masyarakat terkait ketersediaan LPG, sekaligus memastikan distribusi berjalan aman, tepat sasaran, dan sesuai standar.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan LPG secara bijak dan membeli sesuai kebutuhan guna menjaga ketersediaan pasokan.












