TABALONG — Seorang pemuda berinisial RS (23), warga Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam. Sementara rekannya, AZ (19), warga Desa Bintang Ara, Kecamatan Bintang Ara, masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dideritanya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 01.30 WITA. Kedua korban sempat dilarikan ke RSUD H. Badaruddin Kasim Maburai untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas IPTU Joko Sutrisno membenarkan adanya kejadian penganiayaan yang berujung pada meninggalnya satu orang korban.
Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun kepolisian, sebelum insiden terjadi, RS dan AZ bersama sejumlah rekannya menjemput seorang saksi berinisial RG di kawasan Taman Giat Kota Tanjung. Rombongan kemudian menuju area parkir sebuah sekolah dasar di Kelurahan Sulingan, Kecamatan Murung Pudak, dengan tujuan menyelesaikan persoalan tertentu.
Saat para korban dan saksi berada di lokasi tersebut, sekitar 20 menit kemudian datang sebuah mobil berwarna hitam yang masuk ke area sekolah. Tak lama berselang, terjadi penyerangan terhadap RS dan AZ menggunakan senjata tajam. Polisi masih mendalami kronologi kejadian secara menyeluruh, termasuk jumlah pelaku serta peran masing-masing pihak.
Dalam kondisi terluka, kedua korban sempat berupaya menyelamatkan diri menuju perempatan Sulingan. Namun, keduanya kemudian ditemukan tergeletak dan segera dievakuasi ke rumah sakit.
Hasil pemeriksaan medis menyebutkan AZ mengalami luka akibat senjata tajam di bagian punggung dan masih menjalani perawatan. Sementara RS dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Pemeriksaan luar menunjukkan adanya sejumlah luka akibat senjata tajam di beberapa bagian tubuh korban.
Satuan Reserse Kriminal Polres Tabalong yang dipimpin AKP Danang Eko Prasetyo melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti dan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.
Hingga kini, kepolisian masih memburu pelaku dan terus memeriksa saksi-saksi guna mengungkap motif serta rangkaian lengkap peristiwa tersebut.
“Penyelidikan masih berjalan dan pelaku masih dalam pencarian,” kata IPTU Joko Sutrisno.












