Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Politik

Pengamat: Jokowi Lebih Baik Jadi Ketua Umum PSI daripada Ketua Dewan Pembina

×

Pengamat: Jokowi Lebih Baik Jadi Ketua Umum PSI daripada Ketua Dewan Pembina

Sebarkan artikel ini
Dr Saiful Anam pengamat politik.
Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Dr. Saiful Anam, menilai posisi Ketua Dewan Pembina kurang strategis bagi Jokowi dan PSI.

JAKARTA – Wacana bergabungnya mantan Presiden Joko Widodo ke PSI terus jadi sorotan. Kabar terbaru, Jokowi disebut bakal ditempatkan sebagai Ketua Dewan Pembina.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, pekan lalu. Ia bilang, kehadiran Jokowi akan ditandai dengan pemakaian jaket PSI di sejumlah kunjungannya ke daerah.

Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Dr. Saiful Anam, menilai posisi itu kurang strategis. Baik buat Jokowi maupun buat PSI.

“Kalau Jokowi hanya jadi Ketua Dewan Pembina, saya kira PSI tidak akan mampu melenggang ke Senayan dengan signifikan. Perolehan suaranya bisa jadi tidak terlalu besar,” ujar Saiful Anam, Senin (15/6/2026).

Dosen pascasarjana Universitas Sahid Jakarta itu menilai kepemimpinan PSI saat ini belum optimal. Termasuk soal komunikasi politik dengan masyarakat, termasuk basis relawan Jokowi yang militan.

Ia menyoroti Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang dinilai masih perlu banyak pengalaman. Elite partai lainnya juga dinilai belum efektif menjangkau publik.

“Pendukung Jokowi dikenal loyal dan militan. Mereka cenderung mengikuti arahan Jokowi penuh. Kalau Jokowi jadi simbol tanpa kendali penuh, potensi elektoral PSI tidak akan berkembang maksimal,” jelasnya.

Saiful Anam menambahkan, PSI sulit meniru kesuksesan Partai Demokrat di Pemilu 2009 jika strategi itu tetap dipertahankan.

“Jokowi jangan hanya dijadikan simbol. Ia harus jadi pemegang tampuk kepemimpinan tertinggi, yaitu Ketua Umum PSI,” tegasnya.

Menurutnya, dengan pengalaman presiden dua periode, kelas Jokowi sudah sejajar dengan ketua umum partai besar seperti Prabowo Subianto.

“Bukan sekadar Dewan Pembina, tapi sebagai Ketua Umum yang punya kendali penuh terhadap arah dan strategi partai,” pungkasnya.

Baca Juga  DPW PKS Kalteng Tegaskan Menolak Penundaan Pemilu 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *