KOTABARU – Aktivitas berbeda terlihat di halaman Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru pada Kamis (11/12). Sejumlah nelayan dari Kecamatan Pulau Sebuku berdatangan sejak pagi, menunggu antrean untuk menerima bantuan hibah alat tangkap yang mulai disalurkan pemerintah daerah.
Di dalam ruangan, Kepala Bidang Pemberdayaan Penangkapan Ikan, Tony Ahmadi, memantau proses pendistribusian. Saat ditemui, ia menjelaskan bahwa penyaluran ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kotabaru meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus menekan tingginya biaya operasional melaut.
“Ini adalah misi Pak Bupati untuk mendorong kemajuan sektor perikanan. Harapannya nelayan semakin sejahtera,” ujar Tony.
Pada tahap awal ini, sebanyak 12 kelompok nelayan di Pulau Sebuku terdaftar sebagai penerima bantuan. Setiap kelompok rata-rata beranggotakan 10 orang. Mereka menerima total 120 unit mesin diesel sebagai pengganti mesin lama yang sudah aus dan sering rusak.
Beberapa nelayan yang ditemui menyebut mesin lama mereka kerap mogok di tengah laut. Situasi itu membuat sebagian memilih tidak melaut selama berminggu-minggu. Tony berharap mesin baru dapat mengubah kondisi tersebut.
“Banyak sekali laporan kalau mereka nggak bisa berangkat karena mesinnya ngadat. Dengan mesin baru ini, jarak tempuh bisa lebih jauh, dan tangkapan mudah-mudahan meningkat,” katanya.
Pengajuan bantuan dilakukan melalui proposal kelompok, baik lewat Musrenbang maupun langsung ke dinas. Namun tidak semua kelompok bisa lolos. Syarat administrasi seperti Kartu Kusuka dan dokumen kapal menjadi penentu utama.
Selain bantuan fisik, Dinas Perikanan juga menyiapkan pelatihan tambahan bagi kelompok nelayan. Edukasi mencakup teknik penangkapan, literasi keuangan, hingga pengenalan budidaya seperti biofloc untuk menambah pendapatan saat musim paceklik.
Setiap kelompok penerima wajib menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Pakta Integritas. Tony menegaskan bahwa penyalahgunaan bantuan—misalnya menjual mesin atau mengalihfungsikannya sebagai genset—akan berkonsekuensi hukum.
“Kalau ketahuan dipindahtangankan, mereka akan berhadapan dengan hukum dan tak akan menerima bantuan lagi,” tegasnya.
Suasana penyerahan bantuan berlangsung hingga sore hari. Beberapa nelayan tampak langsung membawa pulang mesin diesel mereka menggunakan perahu kecil, berharap bisa segera kembali melaut dengan peralatan yang lebih layak.












