Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kotabaru

Kotabaru Perluas Cetak Sawah, Pemerintah Fokus Lindungi Lahan Pertanian

×

Kotabaru Perluas Cetak Sawah, Pemerintah Fokus Lindungi Lahan Pertanian

Sebarkan artikel ini
Kepala DKPP Kotabaru Sarwani duduk di ruang kerja mengenakan seragam dinas cokelat, membahas program pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kotabaru, Sarwani, saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

KOTABARU, Kalimantan Selatan — Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah. Sepanjang 2025, program Cetak Sawah menjadi salah satu strategi utama untuk memperluas lahan produktif sekaligus menekan laju alih fungsi lahan pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kotabaru, Sarwani, mengatakan pengembangan lahan sawah menunjukkan kemajuan signifikan berkat kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan TNI melalui jajaran Kodim.

Tahap pertama program Cetak Sawah seluas 341 hektare di Kecamatan Pulau Laut Timur telah rampung dan memasuki masa tanam. Program tersebut berlanjut pada tahap kedua dengan total luasan 630 hektare, masing-masing sekitar 320 hektare di Kecamatan Kelumpang Utara dan 310 hektare di Kecamatan Pamukan Selatan.

Selain cetak sawah, DKPP Kotabaru juga menjalankan program Optimasi Lahan (Oplah) seluas 305 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kelumpang Tengah dan Kelumpang Utara.

Sarwani menjelaskan, pelaksanaan teknis program dilakukan oleh Kodim dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Provinsi, sementara pemerintah daerah berperan sebagai penerima manfaat yang akan mengelola hasilnya untuk mendukung kesejahteraan petani lokal.

Program cetak sawah ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga sebagai upaya melindungi lahan pertanian dari tekanan alih fungsi, baik menjadi kawasan pertambangan maupun permukiman.

“Target jangka panjangnya adalah memastikan Kotabaru tidak mengalami defisit beras pada 2045. Selain itu, sektor pertanian lokal juga disiapkan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis,” ujar Sarwani, Senin (12/1).

Ia menambahkan, kebutuhan pangan strategis seperti beras, cabai, tomat, daging ayam, dan telur diharapkan dapat dipenuhi dari produksi lokal, sehingga ketergantungan terhadap pasokan luar daerah dapat ditekan.

Meski demikian, sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari dampak perubahan iklim terhadap pola tanam hingga minimnya regenerasi petani. Banyak generasi muda di pedesaan memilih beralih ke sektor nonpertanian.

Baca Juga  Gedung Dekranasda Kotabaru Diresmikan, UMKM Lokal Siap Naik Kelas

Untuk menjawab persoalan tersebut, DKPP Kotabaru membentuk Brigade Pangan, kelompok petani muda yang didorong menjadi pelaku usaha pertanian modern melalui dukungan alat mesin pertanian dan penguatan manajemen usaha.

Memasuki 2026, DKPP juga mengusulkan program rehabilitasi sawah seluas 700 hektare. Program ini menyasar lahan-lahan yang sebelumnya produktif namun kini terbengkalai akibat kendala teknis dan minimnya pengelolaan.

Di luar tanaman pangan, penguatan sektor peternakan dan perkebunan turut menjadi fokus. Pemerintah daerah mendorong peningkatan produksi daging dan telur lokal, serta memperkuat kemitraan antara perusahaan perkebunan sawit dan masyarakat melalui pola plasma dan program tanggung jawab sosial perusahaan.

Dengan dukungan infrastruktur pertanian seperti Jalan Usaha Tani dan bantuan sarana produksi, DKPP Kotabaru optimistis sektor pertanian daerah dapat tumbuh lebih berkelanjutan dan menjadi penopang ekonomi masyarakat pada 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *