KUALA KAPUAS — Memasuki puncak musim kemarau tahun ini, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan data BMKG, puncak musim kemarau di Indonesia tahun 2026 diprediksi terjadi pada Bulan Agustus 2026 dengan puncak tertinggi (48,84 persen wilayah), meliputi sebagian besar Jawa, Bali, NTB, Kalimantan, serta sebagian Sumatra dan Papua.
Berbagai potensi bencana yang kerap menyertai datangnya musim ini menjadi sorotan kalangan legislatif.
Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, H. Abdullah, S.E mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk waspada terhadap beberapa potensi bencana seperti seperti krisis air bersih, gangguan kesehatan akibat polusi udara, serta lonjakan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Politikus Partai Golkar ini mengimbau warga untuk mulai bijak dan berhemat dalam menggunakan air bersih, serta menjaga sumber-sumber resapan air yang ada di lingkungan masing-masing.
H. Abdullah juga mengimbau masyarakat, untuk tidak melakukan
aktivitas pembukaan lahan pertanian atau perkebunan dengan cara dibakar.
Kondisi angin kencang dan semak yang mengering dapat membuat api menyebar di luar kendali sehingga mengakibatkan karhutla.
Selain merusak ekosistem lingkungan, kabut asap yang timbul akibat karhutla akan melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, serta memicu lonjakan kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak dan Lansia.
“Memasuki puncak musim kemarau tahun ini, kami mengimbau kepada masyarakat dan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana,” kata H. Abdullah, S.E., Selasa (28/7/2026).
Sebagai bentuk tindak lanjut, pihaknya turut mendorong sinergitas Pemerintah Daerah bersama TNI, Polri, untuk melakukan patroli rutin di area-area rawan titik panas (hotspot), serta mengoptimalkan Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya.
“Kesiapsiagaan menghadapi kemarau bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum saja, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Kabupaten Kapuas agar tetap aman, sehat, dan bebas dari bencana karhutla,” pungkasnya.












