Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Malang

Krisis Air Sawah di Malang Terurai, Mahasiswa UMM Bangun Pintu Irigasi Cegah Potensi Konflik Petani

×

Krisis Air Sawah di Malang Terurai, Mahasiswa UMM Bangun Pintu Irigasi Cegah Potensi Konflik Petani

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN UMM berdiri di samping pintu irigasi baru di saluran air Desa Jambangan, Malang, untuk mengatur aliran air sawah.
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meninjau pintu irigasi yang baru dibangun di Desa Jambangan, Malang, sebagai solusi distribusi air sawah agar lebih merata dan mencegah potensi konflik antarpetani.

Malang — Ketimpangan distribusi air sawah kerap menjadi pemicu konflik agraria kecil di tingkat desa. Di Desa Jambangan, Kabupaten Malang, persoalan serupa mulai terasa ketika aliran irigasi tidak lagi merata dan berpotensi menimbulkan gesekan antarpetani.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merespons kondisi itu dengan membangun pintu irigasi baru, Selasa (10/2/2026), sebagai solusi teknis untuk mengatur distribusi air secara lebih adil.

Sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi warga Jambangan. Namun dalam beberapa musim terakhir, sebagian lahan sawah menerima pasokan air berlebih, sementara lahan lain mengalami kekurangan. Ketidakseimbangan ini berisiko menurunkan hasil panen sekaligus memicu ketegangan sosial.

Koordinator program, Rifdah Nuur Fauziyyah, menyebut distribusi air yang tidak terkontrol bukan hanya persoalan teknis, melainkan menyangkut stabilitas hubungan antarpetani. Tanpa sistem pengatur yang jelas, potensi konflik horizontal sulit dihindari.

Mahasiswa memulai program dengan observasi lapangan dan diskusi bersama warga serta perangkat desa. Hasil kajian menunjukkan kebutuhan mendesak akan infrastruktur pengatur aliran air.

Pembangunan pintu irigasi dilakukan dengan melibatkan mahasiswa sebagai pelaksana utama, dibantu tenaga tukang dan dukungan pemerintah desa. Kolaborasi tersebut mempercepat realisasi proyek meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan tenaga.

Pemerintah desa menyambut inisiatif tersebut sebagai langkah preventif menjaga stabilitas pertanian. Dengan pintu irigasi baru, aliran air dapat dibagi lebih proporsional sesuai kebutuhan lahan.

Fenomena krisis air irigasi sebenarnya bukan persoalan lokal semata. Di berbagai daerah, distribusi air pertanian yang tidak merata kerap menjadi sumber perselisihan hingga sengketa lahan skala kecil. Minimnya infrastruktur pengatur air sering memperburuk situasi.

Meski fasilitas baru mulai beroperasi, evaluasi jangka panjang belum dilakukan. Keberlanjutan program sangat bergantung pada kesadaran kolektif warga dalam merawat dan menjaga infrastruktur tersebut.

Baca Juga  Rokok Ilegal Marak di Malang, Negara Rugi Triliunan

Langkah mahasiswa KKN UMM di Desa Jambangan menunjukkan bahwa intervensi sederhana berbasis kebutuhan lokal dapat menjadi instrumen mitigasi konflik agraria kecil. Di tengah tantangan krisis air yang semakin kompleks, solusi mikro semacam ini menjadi bagian penting dari ketahanan sosial di tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *