Surabaya – Batalyon 54 Promoter Alumni Akpol 2023 menggelar aksi pembagian takjil gratis di Jalan Tegalsari, Surabaya, pada Sabtu (22/3/2025). Kegiatan ini melibatkan puluhan anak yatim piatu yang turut serta membagikan 300 porsi nasi goreng kepada masyarakat. Aksi ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya menanamkan nilai sosial sejak dini.
“Kegiatan sore hari ini, kami adakan untuk berbagi kebahagiaan. Makanan yang kami siapkan akan dibagikan kepada warga sekitar serta masyarakat yang melintas,” ujar Ketua Tim Batalyon 54 Promoter Polri Akpol 2023, Ipda Afgha Satriya Prayoga.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di lokasi pembagian takjil semakin ramai. Warga mulai berdatangan, baik yang sengaja datang maupun mereka yang kebetulan melintas di kawasan Tegalsari. Para pengendara motor dengan senang hati berhenti sejenak untuk menerima nasi goreng gratis. Beberapa pejalan kaki dan ibu-ibu yang membawa anaknya ikut mengantre dengan tertib, wajah mereka tampak sumringah.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Bisa untuk berbuka nanti di rumah,” ujar seorang ibu rumah tangga sambil tersenyum.
Anak-anak yatim piatu yang ikut serta dalam kegiatan ini juga tampak bersemangat membagikan makanan. Mereka dengan ceria memberikan nasi goreng kepada warga, sesekali tersenyum melihat antusiasme masyarakat. Suasana kehangatan dan kebersamaan begitu terasa, menjadikan sore itu lebih istimewa di bulan Ramadhan.
Lebih dari sekadar berbagi makanan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa kami ada di sini, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga bagian dari masyarakat yang peduli dan ingin berbagi kebahagiaan,” tambah Afgha Satriya Prayoga.
Keterlibatan 25 anak yatim piatu dalam kegiatan ini bukan sekadar sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari edukasi sosial. “Kami ingin mereka memahami bahwa berbagi itu penting. Dengan membiasakan mereka untuk terlibat dalam kegiatan sosial, diharapkan mereka tumbuh dengan rasa empati yang tinggi, jelasnya.
Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan, Afgha berharap kegiatan berbagi ini dapat sedikit membantu masyarakat yang membutuhkan. “Banyak yang menjalankan ibadah puasa di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Dengan sedikit rezeki yang kami bagikan, semoga bisa meringankan beban mereka, setidaknya untuk berbuka puasa tanpa harus mengeluarkan uang lebih,” ucapnya.
Dia menambahkan, berbagi tidak akan mengurangi, justru menambah keberkahan. “Sering orang berpikir bahwa memberi berarti kehilangan. Padahal, berbagi justru membuat kita semakin kaya, bukan dalam hal materi, tetapi dalam hati dan jiwa,” tutur Afgha.
Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk menebar kebaikan, terutama saat Ramadhan yang penuh berkah ini.
Penulis: Agung












