Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kotabaru

Lanal dan Bea Cukai Kotabaru Gagalkan Penyelundupan 31.600 Batang Rokok Ilegal

×

Lanal dan Bea Cukai Kotabaru Gagalkan Penyelundupan 31.600 Batang Rokok Ilegal

Sebarkan artikel ini
Tim SFQR Lanal Kotabaru bersama Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan 31.600 batang rokok ilegal di perairan Selat Laut, Selasa (3/6/2025). Petugas mengamankan kapal Prabu Wijaya 88 beserta 4 awak dan ribuan bungkus rokok tanpa pita cukai.
Tim SFQR Lanal Kotabaru bersama Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan 31.600 batang rokok ilegal di perairan Selat Laut, Selasa (3/6/2025). Petugas mengamankan kapal Prabu Wijaya 88 beserta 4 awak dan ribuan bungkus rokok tanpa pita cukai.

KOTABARU, Bacakabar – Tim gabungan Second Fleet Quick Response (SFQR) Lanal Kotabaru dan Bea Cukai Kotabaru menggagalkan peredaran 31.600 batang rokok ilegal di perairan Selat Laut, Selasa (3/6/2025). Tim menghentikan dan memeriksa kapal layar motor (KLM) Prabu Wijaya 88 yang membawa ribuan bungkus rokok tanpa pita cukai resmi.

Komandan Lanal Kotabaru, Letkol Laut (P) Muhammad Harun Al Rasyid, S.T., M.Tr.Opsla., mengungkapkan keberhasilan ini berkat sinergi antara unsur intelijen dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi awal.

“Kami menerima laporan dari intelijen dan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa kesadaran publik dalam memerangi rokok ilegal di Kotabaru semakin tinggi,” ujar Letkol Harun.

Tim langsung mengamankan kapal beserta empat awak kapal, terdiri dari satu nahkoda dan tiga anak buah kapal (ABK). Petugas juga menyita 1.580 bungkus rokok berbagai merek yang totalnya mencapai 31.600 batang.

Petugas menindak pengangkutan rokok ilegal ini karena melanggar Undang-Undang Pelayaran dan Undang-Undang Kepabeanan. Kapal tersebut tidak memenuhi kewajiban pembayaran cukai, sehingga berpotensi merugikan penerimaan negara.

Letkol Harun menegaskan, penegakan hukum tidak hanya menyasar aspek pelayaran, tetapi juga menyentuh pelanggaran kepabeanan yang berdampak fiskal.

“Kami akan terus melakukan operasi bersama Bea Cukai, Polri, dan masyarakat demi menjaga wilayah perairan Kotabaru dari praktik penyelundupan barang ilegal,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Kotabaru Genjot Pembangunan RSUD Stagen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *