Kotabaru – Jembatan penghubung antardesa di Kabupaten Kotabaru, yang putus akibat banjir beberapa waktu silam, hingga kini belum diperbaiki.
Jembatan putus itu berada di Desa Gunung Sari Kecamatan Pulaulaut Utara.
Jembatan ini salah satu alternatif bagi warga Sebelimbingan yang hendak ke pasar membawa hasil panen, begitu pula sebaliknya warga Gunung Sari yang hendak menikmati Wisata Gunung Meranti dan obyek Wisata Tumpang Dua.
Semenjak terputusnya jembatan tersebut, aktivitas warga di wilayah itu menjadi terganggu. Bahkan warga harus menempuh jarak cukup jauh dengan melewati jembatan Sungai Tulang.
Kepala Desa Gunung Sari, Abdul Gafur mengatakan, terputusnya jembatan penghubung membuat masyarakat kedua desa tidak bisa lagi membawa hasil panen.
“Terkait putusnya jembatan ini, kami selalu mengusulkan melalui musrenbang desa dibuat di Rencana kerja Pemerintah (RKP) desa untuk pembangunan sekala prioritas,” ungkapnya kepada awak media ini Kamis, (1/2/2024).
Ia menjelaskan, beberapa minggu lalu, pihaknya telah mengusulkan untuk dibantu percepatan pembangunan jembatan yang putus melalui salah satu anggota DPRD Kotabaru agar jembatan segera diperbaiki dan pengaspalan jalan sepanjang 1,8 kilometer.
“Informasi kita peroleh pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut ada 2 yakni apakah menggunakan dana APBD atau dana kompensasi Sebuku Grup,” katanya.
Selain kata dia, pengaspalan jalan menuju Desa Gunung Ulin juga sangat diharapkan, karena jalan tersebut rusak parah.
“Dengan perbaikan jembatan dan pengaspalan, diharapkan agar kedua desa dapat kembali berjalan seperti dulu,” Imbuhnya.












