PALANGKA RAYA — Warga Kelurahan Bereng Bengkel, Palangka Raya, masih kesulitan mendapatkan air bersih setelah kemarau berlangsung sekitar empat bulan terakhir.
Bantuan air dari sejumlah pihak telah masuk ke wilayah tersebut. Namun, distribusinya belum menjangkau seluruh permukiman. Warga yang tinggal di bagian dalam kelurahan masih kesulitan memperoleh pasokan air.
“Bantuan air bersih dari mana-mana itu memang datang, tapi cuma sampai di bagian depan saja, tidak sampai ke kami (di dalam),” kata Tara (46), warga setempat, Rabu (28/10/2026).
Kondisi itu membuat kebutuhan dasar seperti memasak dan mencuci menjadi persoalan bagi warga.
Sebanyak 4.400 liter air bersih kemudian disalurkan langsung ke permukiman warga oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Koordinator Daerah Kalimantan Tengah.
Koordinator Daerah BEM PTNU Kalteng, Sugi, mengatakan Bereng Bengkel dipilih setelah pihaknya melakukan pemetaan wilayah krisis air bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Palangka Raya.
Distribusi dilakukan dengan membawa tangki air masuk ke area permukiman. Air kemudian dibagikan langsung kepada warga.
“Melihat kondisi di lapangan sejauh ini, warga di Bereng Bengkel memang harus kita datangi dari pintu ke pintu,” ujar Sugi.
Bagi warga, bantuan yang diantar langsung ke depan rumah membantu memenuhi kebutuhan air untuk memasak dan mencuci.
“Pastinya senang. Sangat bermanfaat khususnya untuk kebutuhan dasar, untuk mencuci dan memasak. Selain itu terbantu karena dibagikan secara gratis juga,” kata Tara.
Sugi mengatakan BEM PTNU berharap bantuan air tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.












