Surabaya – Usai upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar resepsi tasyakuran dan ramah tamah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (17/8/2025). Acara ini menghadirkan perintis kemerdekaan serta ahli waris keluarga pahlawan nasional sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pejuang bangsa.
Hadir pula mantan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo serta Soekarwo, jajaran perangkat daerah, Forkopimda Jatim, hingga perwakilan konsulat dari Jepang, India, Australia, Tiongkok, Belanda, Denmark, Inggris, Kolombia, Jerman, dan Amerika Serikat.
Tercatat 33 ahli waris hadir langsung, terdiri atas empat janda perintis kemerdekaan dan 29 ahli waris keluarga pahlawan nasional. Sebelumnya, Pemprov Jatim telah menyerahkan tali asih berupa souvenir dan paket sembako kepada 113 penerima, yang meliputi tiga perintis kemerdekaan, 79 janda perintis, serta 31 ahli waris keluarga pahlawan di 22 kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan pentingnya tema nasional peringatan tahun ini, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”
“Tema ini sangat relevan. Negeri ini bisa kuat, mandiri, dan sejahtera kalau dibangun dengan persatuan. Bersatu berdaulat, karena kedaulatan adalah harga diri bangsa. Itu tidak hanya soal bangsa dan tanah air, tetapi juga kedaulatan pangan, energi, dan sektor lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesejahteraan rakyat merupakan amanat UUD 1945 yang harus diwujudkan dengan pembangunan berkelanjutan. “Indonesia maju punya indikator yang jelas. Kemiskinan tidak boleh lebih dari 2 persen, pertumbuhan ekonomi minimal 9 persen, dan investasi tidak boleh kurang dari 7 persen. Target-target ini fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Khofifah.
Di akhir sambutannya, Khofifah mengajak masyarakat Jawa Timur menjaga persatuan, kerukunan, dan semangat gotong royong. “Mudah-mudahan Allah SWT menganugerahkan kita kebersatuan, menjaga Jatim tetap guyub rukun, serta memastikan keadilan dan pemerataan pembangunan bagi seluruh rakyat,” tutupnya.
Perwakilan ahli waris, Hardadi Airlangga dari keluarga Pahlawan Nasional H. Maskur, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi. “Saya berharap putra-putri sampai cicit bisa terus mengobarkan semangat perjuangan, melanjutkan pembangunan, dan mengabdi untuk bangsa dan negara,” ujarnya.












