Jawa Timur, Bacakabar – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengalokasikan anggaran sebesar Rp31,3 miliar untuk program Beasiswa Santri Unggul tahun 2025.
Beasiswa ini dikelola oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur dan akan diberikan kepada 1.193 santri terpilih.
“Santri bukan hanya penjaga nilai moral dan spiritual, tetapi juga aset intelektual bangsa,” ujar Khofifah pada Jumat, 23 Mei 2025.
Ia menekankan bahwa program ini tidak sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan strategi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berbasis nilai-nilai karakter.
Khofifah menilai pesantren sebagai kawah candradimuka terbaik dalam membentuk karakter generasi muda.
Sebagai Ketua Umum Muslimat NU, ia percaya bahwa peran pesantren dan santri sangat strategis dalam mendukung pembangunan nasional, baik dari sisi moralitas maupun inovasi.
“Santri harus dilihat sebagai agen transformasi sosial, mereka bisa menjadi akademisi, teknokrat, diplomat, bahkan entrepreneur,” jelasnya.
Program Beasiswa Santri Unggul 2025 ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan Generasi Emas 2045.
“Yang penting adalah membuka akses, memberikan bimbingan, dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka,” tandas mantan Menteri Sosial ini.












