Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Malang

Karang Taruna Kota Malang Tegaskan Tidak Terlibat Pungli Kedai Jalan Cengkeh

×

Karang Taruna Kota Malang Tegaskan Tidak Terlibat Pungli Kedai Jalan Cengkeh

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video yang memperlihatkan pria mengaku anggota Karang Taruna melakukan pungli di salah satu kedai kawasan Jalan Cengkeh, Kota Malang.
Tangkapan layar video yang memperlihatkan pria mengaku anggota Karang Taruna melakukan pungli di salah satu kedai kawasan Jalan Cengkeh, Kota Malang.

Malang, Bacakabar – Dugaan aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh dua pria dengan mengatasnamakan Karang Taruna Kota Malang di salah satu kedai di kawasan Jalan Cengkeh, Kecamatan Lowokwaru, viral di media sosial.

Video rekaman kejadian itu pertama kali diunggah akun Instagram @info_malang dan memperlihatkan dua pria mendatangi kasir kedai. Salah satu dari mereka membawa buku kwitansi merah putih dan diduga meminta uang sebesar Rp100 ribu kepada pemilik usaha, dengan alasan biaya kebersihan.

Dalam narasi unggahan disebutkan bahwa kedua pria tersebut bukan bagian dari Karang Taruna resmi. “Modus mengaku Karang Taruna dan meminta uang kebersihan kembali terjadi. Kali ini dialami sebuah kedai di Jalan Cengkeh, Kota Malang,” tulis akun tersebut.

Menanggapi video tersebut, Ketua Karang Taruna Kota Malang, Suryadi, menegaskan bahwa pelaku bukan bagian dari organisasinya. Ia menyatakan bahwa seluruh anggota Karang Taruna, mulai dari tingkat kecamatan hingga RW, dilarang keras melakukan pungutan dalam bentuk apa pun kepada tempat usaha.

“Itu oknum yang ngaku-ngaku. Sudah jelas ada larangannya untuk tidak meminta jenis apa pun sumbangan dengan mengatasnamakan Karang Taruna,” ujar Suryadi saat dikonfirmasi, Jumat (9/5/2025).

Guna menjaga nama baik organisasi, Suryadi telah menginstruksikan pengurus Karang Taruna tingkat kelurahan untuk melakukan pendataan ulang terhadap anggotanya. Ia juga mendorong proses kaderisasi yang lebih ketat agar organisasi tidak disusupi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Termasuk memperketat proses kaderisasi guna mengantisipasi masuknya oknum premanisme yang dapat merusak nama baik dan integritas organisasi,” tegasnya.

Karang Taruna Kota Malang juga membuka ruang komunikasi dengan pelaku usaha agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengklaim sebagai anggota organisasi tanpa identitas resmi.

Baca Juga  Mabuk dan Tersinggung Tatapan Mata, 5 Pemuda Malang Keroyok Korban Pakai Celurit!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *