Balangan — Suasana hangat menyelimuti halaman SMAN 2 Paringin, Kamis (13/11/2025) siang. Tawa para siswa pecah ketika Kapolres Balangan, AKBP Dr. Yulianor Abdi, bersama sang istri yang juga Ketua Bhayangkari Cabang Balangan, dr. Vina Yulianor Abdi, datang meninjau langsung dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) milik SPPG Polres Balangan.
Program yang baru berjalan empat hari itu menjadi bagian dari gerakan nasional pemenuhan gizi pelajar, dengan dapur umum polisi sebagai dapur utama penyedia makanan.
“Kami ingin memastikan makanan yang dikirim ke sekolah-sekolah benar-benar bergizi dan higienis,” ujar AKBP Yulianor di sela kunjungan.
Tim kesehatan Polres turut mendampingi kunjungan untuk mengecek kualitas bahan dan proses pengolahan makanan. Menunya sederhana namun bergizi lengkap — nasi, lauk pauk berprotein tinggi, sayur, dan buah potong.
Setelah pengecekan, Kapolres dan Ketua Bhayangkari menyempatkan diri makan siang bersama siswa di kelas. Tanpa jarak, mereka duduk di antara bangku pelajar, menikmati hidangan yang sama.
“Rasanya enak dan porsinya pas,” ujar Rani, siswi kelas XI yang tersenyum lebar melihat Kapolres ikut membuka bungkus makanannya.
Pihak sekolah menyambut antusias program ini. Guru dan siswa saling bahu membahu saat makanan tiba; sebagian siswa bahkan menjadi relawan pembagian di kelas masing-masing.
dr. Vina Yulianor menuturkan, Bhayangkari mendukung penuh kegiatan MBG. “Kami ikut memastikan mutu dan kandungan gizi makanan. Harapannya, program ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi anak-anak,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan tim Dokkes Polres Balangan, seluruh proses penyajian dan kebersihan dinilai telah sesuai standar operasional.
Kapolres Yulianor menegaskan, pihaknya akan terus mengawal agar kualitas program tetap terjaga.
“Ini bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan arahan Presiden agar program Makanan Bergizi Gratis berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Bagi para siswa SMAN 2 Paringin, siang itu bukan sekadar waktu makan bersama. Mereka belajar bahwa kepedulian terhadap gizi dan kebersamaan bisa datang dari mana saja — bahkan dari meja makan sederhana di ruang kelas.












