Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Surabaya

Kampung Sayur Gangnam Rojo, Urban Farming Tumbuh di Tengah Surabaya

×

Kampung Sayur Gangnam Rojo, Urban Farming Tumbuh di Tengah Surabaya

Sebarkan artikel ini
Warga Kampung Sayur Gangnam Rojo merawat tanaman hidroponik di Jalan Kalidami, Kelurahan Mojo, Surabaya, Senin (20/5/2025). Urban farming memberi peluang ekonomi baru bagi warga kota.
Warga Kampung Sayur Gangnam Rojo merawat tanaman hidroponik di Jalan Kalidami, Kelurahan Mojo, Surabaya, Senin (20/5/2025). Urban farming memberi peluang ekonomi baru bagi warga kota.

SURABAYA, Bacakabar – Warga Kelurahan Mojo, Kota Surabaya, berhasil memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan pertanian. Mereka mengembangkan Kampung Sayur Gangnam Rojo yang mengusung konsep urban farming dengan teknologi hidroponik.

Ahmad Syaifudin selaku Ketua Kelompok Tani Gangnam Rojo menyebut warga langsung menyambut ajakan bertani di tengah kota sejak pandemi Covid-19 pada 2020. Saat itu, banyak warga kehilangan pekerjaan karena dirumahkan atau terkena PHK. Ahmad pun mengajak tetangganya menanam sayur untuk memenuhi kebutuhan harian.

“Kami mulai bertani karena ingin membantu warga agar tetap bisa makan saat pandemi. Hasil panen waktu itu bahkan kami bagikan ke warga yang menjalani isolasi mandiri,” ujar Ahmad kepada wartawan, Senin (19/5/2025).

Sejak saat itu, warga konsisten mengembangkan kebun hidroponik. Mereka kini bisa menyuplai sayuran segar ke beberapa minimarket dan hotel di Surabaya, meskipun dalam jumlah terbatas.

“Sekarang warga makin semangat karena kebun sayur ini bisa menghasilkan uang,” kata Ahmad.

Warga Kampung Sayur Gangnam Rojo menanam berbagai jenis sayuran seperti pokcoy, samhong, selada air, dan terong. Mereka juga mengolah hasil panen menjadi produk turunan, misalnya jus pokcoy campur buah sirsak, yang banyak disukai pengunjung.

“Pengunjung bisa beli jus sebagai oleh-oleh. Ini juga jadi daya tarik kampung kami,” jelas Ahmad.

Sejak 2020, Pemerintah Kota Surabaya menggagas program kampung sayur di 11 kecamatan. Program ini bertujuan memberdayakan warga dan memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Baca Juga  Inovasi Pertanian Terintegrasi Diterapkan di Pesantren Bogor, Gabungkan Pangan dan Energi Terbarukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *