Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjar

Kalsel Jadi Pelopor Nasional: 142 Koperasi Merah Putih Aktif Majukan Ekonomi Desa

×

Kalsel Jadi Pelopor Nasional: 142 Koperasi Merah Putih Aktif Majukan Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Gusti Yanuar Noor Rifai bersama Korem 101/Antasari melakukan peletakan batu pertama pembangunan gerai dan pergudangan Koperasi Merah Putih di Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai, bersama Korem 101/Antasari meletakkan batu pertama pembangunan Gerai dan Pergudangan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Banjar, simbol kemajuan ekonomi desa di Kalsel.

BANJAR – Langkah kecil di atas tanah Desa Kasarangan, Kabupaten Banjar, Jumat (17/10/2025) siang itu, menjadi simbol besar bagi kebangkitan ekonomi rakyat Kalimantan Selatan. Gubernur Kalimantan Selatan melalui Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, bersama jajaran Korem 101/Antasari, melakukan peletakan batu pertama Gerai dan Pergudangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Di tengah semangat gotong royong warga, Gusti Yanuar menyampaikan rasa syukur dan bangganya. Kalimantan Selatan kini mencatat sejarah sebagai provinsi pertama di Indonesia yang berhasil menyelesaikan pendaftaran 100 persen Koperasi Merah Putih di portal resmi Kop Depses.

“Alhamdulillah, berdasarkan data aplikasi, sudah ada 142 Koperasi Merah Putih aktif di berbagai desa di Kalsel. Semua sudah terdaftar 100 persen di portal nasional. Ini kebanggaan besar bagi kita semua,” ujarnya dengan penuh semangat.

Pencapaian ini menjadikan Kalimantan Selatan pelopor nasional dalam gerakan koperasi desa yang mandiri. Daerah lain seperti DIY dan Kabupaten Katang kini mengikuti jejak Kalsel yang berhasil lebih dulu menuntaskan proses digitalisasi koperasi.

 

Mendorong Kemandirian Desa

Tak berhenti di situ, Gusti Yanuar mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi akan segera menggelar pelatihan manajemen koperasi yang bersumber dari dana dekonsentrasi. Pelatihan ini akan diberikan kepada pengurus, kepala koperasi, dan sekretaris koperasi, agar lembaga ekonomi desa tersebut bisa dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Selain itu, Dinas PMD juga akan mengadakan pelatihan serupa bagi kepala desa, sekretaris desa, dan BPD.

“Nanti akan ada sinkronisasi antara Dinas PMD dan Dinas Koperasi, sehingga penguatan manajemen dan kelembagaan bisa berjalan seirama,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan gerai dan pergudangan Koperasi Merah Putih bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol kemandirian ekonomi rakyat.

Baca Juga  Bunda PAUD Kotabaru Dukung Inovasi Pembelajaran, Hadiri Workshop Senam Ceria dan Deep Learning

“Walaupun belum semua gerai berdiri, kita manfaatkan fasilitas yang ada. Yang penting, roda ekonomi desa terus berputar dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

 

Koperasi Sebagai Jantung Ekonomi Rakyat

Program Koperasi Merah Putih hadir sebagai jawaban atas tantangan ekonomi desa. Melalui sistem distribusi berbasis gerai dan pergudangan, koperasi diharapkan mampu memperkuat rantai pasok produk lokal, meningkatkan pendapatan warga, dan membuka lapangan kerja baru.

Semangat kebersamaan terlihat jelas di lapangan. Para tokoh masyarakat, pengurus koperasi, hingga aparat desa tampak antusias menyaksikan prosesi peletakan batu pertama. Bagi mereka, koperasi bukan sekadar 55 ekonomi, melainkan wadah perjuangan menuju kesejahteraan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *