Malang

KADIN Kabupaten Malang Bahas Ekonomi Desa, Pengolahan Sampah dan Media Center

×

KADIN Kabupaten Malang Bahas Ekonomi Desa, Pengolahan Sampah dan Media Center

Sebarkan artikel ini

KEPANJEN – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Malang membahas sejumlah program dalam rapat koordinasi di ruang rapat Universitas Kepanjen, Jalan Trunojoyo Nomor 16, Kepanjen, Kamis (20/8/2026).

Rapat yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri Ketua KADIN Kabupaten Malang Bambang Suryanto, jajaran wakil ketua bidang, serta sejumlah anggota KADIN.

Bambang mengatakan rapat tersebut menjadi forum bagi pengurus dan anggota untuk menyampaikan gagasan serta rencana program kerja setelah Musyawarah Cabang (Muscab).

“Ini adalah rapat koordinasi pertama yang kita selenggarakan semenjak Muscab. Harapan saya rekan-rekan yang hadir bisa menyampaikan gagasan atau program yang akan dicanangkan ke depan. Berikan tanggapan juga dari yang sudah memaparkan program kerjanya,” ujar Bambang.

Salah satu program yang dibahas yakni Natadesa yang dipaparkan Wakil Ketua Bidang Industri KADIN Kabupaten Malang, Asy’ari.

Program tersebut mencakup digitalisasi desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pengembangan usaha berbasis potensi masyarakat desa.

Asy’ari mengatakan pengembangan ekonomi desa perlu memanfaatkan potensi yang tersedia di masing-masing wilayah.

“Kemandirian desa harus dibangun dari potensi yang dimiliki desa itu sendiri. Digitalisasi, BUMDes, dan pengembangan usaha lokal dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa,” katanya.

Rapat kemudian membahas gagasan pengolahan sampah melalui teknologi pirolisis yang disampaikan Wakil Ketua Bidang Desa dan Industri Kreatif KADIN Kabupaten Malang, Ali Murtopo.

Pirolisis merupakan proses pengolahan material dengan pemanasan dalam kondisi minim atau tanpa oksigen. Proses tersebut dapat menghasilkan produk berupa minyak pirolisis, gas, dan residu padat.

Dalam pembahasan, gagasan tersebut dikaitkan dengan pengolahan sampah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi. Penerapannya masih memerlukan kajian teknis, aspek lingkungan, standar keselamatan, kualitas bahan baku, serta pengujian terhadap produk yang dihasilkan.

Baca Juga  Rumah Dinas Bupati Malang, Jejak Sejarah Pemerintahan yang Masih Berdiri

Selain itu, KADIN Kabupaten Malang membahas rencana peluncuran KADIN Media Center (KMC) yang dipaparkan Wakil Ketua Bidang Media, Informasi dan Teknologi, Agung Santoso.

KMC dirancang sebagai pusat informasi dan komunikasi organisasi untuk menyampaikan kegiatan, program, potensi usaha, serta agenda KADIN Kabupaten Malang.

“Media Center bukan sekadar tempat publikasi kegiatan, tetapi menjadi pusat informasi dan komunikasi organisasi. KADIN membutuhkan kanal komunikasi yang mampu menghubungkan program dan gagasan dengan masyarakat serta dunia usaha,” ujar Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *