Marabahan – Kasus pembunuhan Bidan Desa Tabunganen Muara, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan yang sempat viral telah terungkap.
Pelaku ternyata seorang pria yang akrab dengan korban dan sering diberi uang untuk membersihkan rumput di pekarangan maupun kebun milik korban.
Pria berinisial Z (36) itu akhirnya menyerahkan diri ke Mapolres Batola, pada Selasa (16/1/2024).
Diketahui sebelumnya pelaku melewati pelabuhan penyeberangan ke Martapura Kabupaten Banjar, untuk menghadiri acara peringatan Haul Guru Sekumpul di Martapura, Minggu (14/1/2024) malam.
Dalam Press Release nya pada Rabu (17/1/2024), Kapolres Barito Kuala AKBP Diaz Sasongko mengatakan, pelaku datang sendiri menyerahkan diri ke Mapolres Batola.
“Pelaku mendapatkan hidayah, lalu menyerahkan diri usai dari haul di Sekumpul,” ujar AKBP Diaz Sasongko, didampingi Wakapolres Barito Kuala Kompol Letjon Simanjorang dan Kasatreskrim Polres Batola AKP Morris Widhi Harto serta Kasi Humas Iptu Ma’rum, saat Press Release.
Kapolres mengungkapkan, pelaku beralasan menghabisi nyawa Salbiah (75) dengan sebilah senjata tajam jenis parang. Motivasi pelaku merasa dendam dan ekonomi.
Pelaku tidak terima dengan penolakan korban yang tidak memberikan pekerjaan. Motif ekonomi, pelaku mengambil kalung korban untuk digadaikan.
“Kalung itu masih dalam perjalanan menuju Polres Barito Kuala,” ujar Kapolres yang akrab disapa Diaz.
Diaz menjelaskan pelaku nekad menebas perut, muka dan jari kiri korban saat tertidur di dalam kelabu di rumahnya, Jumat (12/1/2024) sekitar pukul 23.30 Wita.
Kemudian, usai membunuh pelaku menghilangkan jejak dengan membuang jaket merah putih dan parang di Sungai.
Seperti diwartakan, korban ditemukan meninggal dunia, setelah salah seorang pelanggan perempuan berkunjung ke rumah korban bermaksud ingin dipijat.
Namun saat pintu rumah korban diketuk berulang kali tak ada sahutan dan posisinya terkunci.
Melalui jendela samping yang terbuka kemudian saksi meminta bantuan kerabat korban untuk melihat dari jendela.
Saat kerabat korban memasuki rumah, kaget bukan kepalang karena melihat tubuh korban yang dikenal warga setempat sebagai bidan desa itu bersimbah darah di atas tempat tidurnya.
Dari olah empat kejadian perkara (TKP), Aparat Kepolisian dari Polsek Tabunganen dan Polres Barito Kuala menemukan petunjuk yang mengarah ke sosok pelaku.
(DW)












