Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Surabaya

Ines Kustanti, Siswa Papua, Tempuh Perjalanan Jauh ke Surabaya untuk UTBK di Unair

×

Ines Kustanti, Siswa Papua, Tempuh Perjalanan Jauh ke Surabaya untuk UTBK di Unair

Sebarkan artikel ini
Ines Kustanti, siswi asal Timika, Papua, berjuang mengikuti UTBK 2025 di Unair Surabaya demi mewujudkan mimpinya kuliah di kampus ternama. (Foto Istimewa Kompas)

Surabaya, Bacakabar – Ines Kustanti atau akrab disapa Iin, siswi SMAS YPPK Tiga Raja Timika, Papua, memilih menempuh perjalanan jauh ke Surabaya untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 di Universitas Airlangga (Unair).

Iin bercita-cita kuliah di Unair karena kualitas pendidikannya yang unggul. “Saya memilih Unair karena kualitas pendidikannya sangat bagus dan fasilitasnya lengkap. Unair juga kampus top dunia,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Unair.

Iin harus terbang jauh dari Timika ke Surabaya demi mengikuti UTBK. Ia didampingi oleh pamannya yang tinggal di Solo. “Saya lahir di Palembang, tapi besar di Timika,” ceritanya.

Ia memilih dua program studi di Unair, yaitu D4 Teknologi Radiologi Pencitraan dan D3 Keperawatan. “Saya ingin kembali ke Timika dan mengabdi di sana. Daerah kami masih butuh tenaga profesional di bidang radiologi,” jelasnya.

Iin belajar secara mandiri sejak Maret 2025 menggunakan buku, konten edukatif di Instagram, WhatsApp, Google, dan video latihan soal di YouTube. “Karena di sekolah tidak banyak persiapan, saya belajar sendiri setiap hari,” ungkapnya.

Kondisi pendidikan di Timika cukup memprihatinkan. “Tidak ada bimbel di sini. Paman saya mengirim buku dari Jawa agar saya bisa belajar,” katanya. Sekolahnya bahkan tidak mendaftarkan siswa untuk SNBP, sehingga siswa harus berjuang sendiri jika ingin kuliah.

Akses internet dan listrik di Timika sering terputus. “Setelah pulang sekolah, banyak siswa berjualan di bandara. Tidak banyak yang berpikir untuk lanjut kuliah,” ujar Iin.

Setiap hari, ia harus menempuh perjalanan satu jam dari rumah ke sekolah dengan berebut angkutan umum.

Iin berharap bisa diterima di Unair dan tinggal di asrama kampus. “Saya berharap nilai UTBK saya bagus dan bisa berkuliah di Unair. Itu akan jadi langkah besar bagi saya,” tutupnya penuh harap.

Baca Juga  Aksi Tolak UU TNI di Surabaya Ricuh, 25 Pendemo Diamankan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *