Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Pemuda Lintas Iman Soroti Peran Perdamaian dalam Youth Empowerment Peace Class

×

Pemuda Lintas Iman Soroti Peran Perdamaian dalam Youth Empowerment Peace Class

Sebarkan artikel ini
Penampilan tari tradisional Betawi pada acara Indonesia Youth Empowerment Peace Class di Jakarta
Penampilan tari tradisional Betawi dalam rangkaian The 1st Indonesia Youth Empowerment Peace Class (YEPC): Why Youth Matters? yang digelar di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Jakarta — Peran generasi muda dalam membangun perdamaian lintas iman menjadi sorotan utama dalam The 1st Indonesia Youth Empowerment Peace Class (YEPC): Why Youth Matters? yang digelar di Jakarta pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini berlangsung secara luring dan daring, serta diikuti sekitar 150 peserta dari kalangan mahasiswa, pemimpin organisasi pemuda, dan masyarakat umum.

Acara yang berlangsung di Auditorium dr. H. Abdul Radjak, Universitas Mohammad Husni Thamrin, Jakarta Timur, tersebut mengusung konsep kelas pemberdayaan pemuda yang dipadukan dengan dialog lintas iman. Kegiatan diselenggarakan oleh Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL) bersama International Peace Youth Group, berkolaborasi dengan pihak universitas.

Sejumlah tokoh hadir memberikan sambutan, di antaranya perwakilan HWPL Filipina, rektor Universitas Mohammad Husni Thamrin, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan keagamaan. Dalam sambutannya, Ahmad Syamsuddin menekankan bahwa nilai perdamaian sejatinya berakar dari ajaran agama yang mendorong manusia hidup selaras dengan Tuhan, sesama, dan alam.

“Melalui kegiatan ini, kita sedang menanamkan bibit-bibit perdamaian. Kampus dapat menjadi titik awal lahirnya pemimpin masa depan yang menjunjung nilai harmoni,” ujarnya.

Kegiatan YEPC terbagi dalam dua sesi kelas dan satu dialog lintas iman. Pada sesi pertama bertajuk Who Am I Beyond Labels, pemateri Devia mengajak peserta memahami perdamaian sebagai sikap yang berangkat dari pengenalan dan pengelolaan diri. Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan, termasuk memilih jalan damai di tengah perbedaan.

Peserta dan panitia berfoto bersama usai pelaksanaan The 1st Indonesia Youth Empowerment Peace Class (YEPC): Why Youth Matters? di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Sesi kedua bertema The Power of Empathy and Perspective Taking disampaikan oleh Cathleen. Ia menekankan pentingnya empati dan kemampuan menempatkan diri pada sudut pandang orang lain sebagai fondasi membangun harmoni sosial.

Dialog lintas iman menghadirkan perwakilan organisasi pemuda dari berbagai latar belakang agama. Diskusi menyoroti nilai-nilai karakter dalam ajaran keagamaan yang mendorong penghormatan terhadap perbedaan, serta tantangan membangun harmoni di tengah masyarakat majemuk.

Baca Juga  Mulyanto Desak BPK Audit Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Nilai Utang Capai Rp116 Triliun

Ketua Umum Gerakan Pemuda Persaudaraan Muslimin Indonesia, Kifah Gibraltar Bey, menilai kelas pemberdayaan pemuda seperti YEPC mampu mendorong anak muda tidak hanya berhenti pada toleransi, tetapi berkembang menuju solidaritas dan aksi nyata.

Kegiatan ditutup dengan penampilan tari ondel-ondel khas Betawi, sebagai simbol keberagaman budaya. Penyelenggara berharap program ini dapat menjadi ruang berkelanjutan bagi pemuda Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam membangun perdamaian di tingkat lokal maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *