Surabaya

Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir 2025, BPBD Jatim Perkuat Sistem Peringatan Dini

×

Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir 2025, BPBD Jatim Perkuat Sistem Peringatan Dini

Sebarkan artikel ini
BPBD Jawa Timur memasang dan memantau Early Warning System untuk menghadapi potensi banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem
Petugas BPBD Jawa Timur memasang dan memantau sistem Early Warning System (EWS) sebagai upaya antisipasi cuaca ekstrem menjelang akhir 2025.

Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir tahun 2025. Langkah ini dilakukan melalui penguatan personel, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara mandiri, serta penambahan sistem peringatan dini di sejumlah wilayah rawan bencana.

Dalam sepekan terakhir, BPBD Jatim memasang enam unit Early Warning System (EWS) baru yang tersebar di daerah rawan banjir dan tanah longsor. Pemasangan dilakukan bekerja sama dengan BPBD kabupaten/kota setempat.

Enam EWS tersebut dipasang di Kabupaten Bojonegoro dan Ponorogo untuk mitigasi banjir, Kabupaten Jombang, Trenggalek, serta Probolinggo untuk peringatan longsor, serta Kota Mojokerto yang juga diperkuat dengan EWS banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan penambahan perangkat ini melengkapi sistem peringatan dini yang telah terpasang sebelumnya. Seluruh EWS kini terintegrasi dalam papan pemantauan BPBD Jatim yang mampu memonitor kondisi secara real time.

“Dengan sistem ini, potensi ancaman bencana bisa terdeteksi lebih awal melalui sinyal yang masuk, sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Gatot.

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, menyebutkan bahwa dengan penambahan enam unit terbaru, total EWS yang dimiliki BPBD Jawa Timur kini mencapai 44 unit. Perangkat tersebut terdiri dari 20 EWS banjir dan 24 EWS longsor yang tersebar di berbagai daerah rawan.

Selain banjir dan longsor, Jawa Timur juga telah dilengkapi 17 unit sirene tsunami yang tersebar di wilayah pesisir, mulai dari Banyuwangi, Jember, Pacitan, hingga kawasan Tapal Kuda seperti Pasuruan dan Probolinggo. Meski demikian, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum terjangkau, namun telah mulai menginisiasi pemasangan secara mandiri melalui BPBD setempat.

Baca Juga  Buka Kongres XVIII Muslimat NU, Prabowo: Saya Terkesan dengan Mustika Darling

BPBD Jawa Timur menegaskan, penguatan sistem peringatan dini ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus menekan risiko bencana di tengah ancaman cuaca ekstrem yang diperkirakan meningkat pada penghujung tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *