MEDAN/JAKARTA – HWPL dan IPYG berhasil mengumpulkan 117 kantong darah lewat aksi donor bertajuk “Peace in Our Blood” di Medan dan Jakarta, 3–4 Juni 2026.
Di Medan, acara digelar 3 Juni di Universitas Sari Mutiara Indonesia (USM). Sebanyak 130 peserta hadir, 68 kantong darah terkumpul.
Parlindungan Purba, pendiri USM sekaligus anggota Komite Hukum Internasional HWPL, ikut hadir. Rektor USM, Prof. Ivan Elisabeth Purba, juga turun langsung.
Di Jakarta, donor berlangsung sehari kemudian, 4 Juni, di Universitas Mohammad Husni Thamrin. Sebanyak 88 peserta menyumbang 49 kantong darah.
Rektor Universitas Mohammad Husni Thamrin, Dr. Ningky Sasanti Munir, turut hadir.
Tiurma, Ketua IPYG Indonesia, menegaskan aksi ini bukti pemuda tidak hanya bicara, tapi bergerak.
“Terima kasih kepada setiap peserta yang menyingsingkan lengan baju dan memilih memberi untuk sesama. Mari terus satukan hati untuk Indonesia,” ujarnya.
Evi, perwakilan IPYG Medan, mengatakan antusiasme peserta menunjukkan aksi kolektif bisa berdampak besar bagi kesehatan dan solidaritas sosial.
Parlindungan Purba berharap kolaborasi dengan HWPL dan IPYG terus berlanjut di masa mendatang.
Selain donor darah, peserta juga mengikuti diskusi perdamaian. Mereka belajar bahwa aksi kecil seperti kerelawanan bisa membangun masyarakat yang lebih kuat.












