TANAH BUMBU – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan akhirnya mengonfirmasi harga drone canggih UAV-VTOL yang jatuh saat misi pencarian helikopter BK 117-D3. Mengejutkan, harganya setara sebuah mobil kelas menengah pada masanya.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, Kombes Pol Adam Erwindi, mengatakan drone UAV-VTOL tersebut merupakan salah satu aset teknologi modern milik Direktorat Samapta Polda Kalsel.
“Drone itu mahal, kalau nggak salah seharga mobil. Sejak kepemimpinan Irjen Pol Andi Rian Ryacudu, drone ini sudah dipakai untuk patroli udara, termasuk pemantauan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Adam, Sabtu (6/9/2025) di Banjarmasin.
Adam menjelaskan, drone jenis ini dilengkapi kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) serta mampu menjangkau area sulit diakses kendaraan darat. Kehadiran drone tersebut memperkuat pengawasan udara dalam penanganan karhutla, patroli keamanan, dan operasi pencarian.
Sebagai informasi, drone ini mengalami insiden dan jatuh saat digunakan dalam pencarian helikopter BK 117-D3 di kawasan pegunungan Kecamatan Mantewe, Tanah Bumbu, pada Rabu (3/9/2025). Meski salah satu alat pendukung rusak, tim gabungan tetap melanjutkan penyisiran darat.
“Fokus utama kami tetap pada pencarian helikopter dan korban. Drone yang jatuh akan kami evaluasi, apakah bisa diperbaiki atau perlu diganti,” tambahnya.












