Jakarta

Festival Topeng Betawi Jilid IV Jadi Ajang Pelestarian Budaya di Jakarta Timur

×

Festival Topeng Betawi Jilid IV Jadi Ajang Pelestarian Budaya di Jakarta Timur

Sebarkan artikel ini
Suasana Festival Topeng Betawi Jilid IV yang digelar di halaman Gedung Badan Penelitian Besar Industri KImia (BBIK) di Jalan Balai Kimia No.1, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2026). Foto Istimewa

JAKARTA – Beragam kesenian khas Betawi ditampilkan dalam Festival Topeng Betawi Jilid IV yang digelar di halaman Gedung Badan Penelitian Besar Industri Kimia (BBIK), Jalan Balai Kimia No. 1, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2026).

Festival yang mengusung tema “Nimbrung-nya Orang Betawi” itu diselenggarakan Yayasan Sanggar Seni Mak Manih Nirin Kumpul dan dibuka Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur, Berkah Shadaya.

Berkah mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga dan melestarikan seni budaya Betawi di tengah derasnya pengaruh budaya asing di era digital.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat terus menjaga, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya Betawi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa semakin sering digelar, termasuk oleh sanggar-sanggar seni di Jakarta, sehingga generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya Betawi.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Pekayon, Karwadi, mengatakan Festival Topeng Betawi Jilid IV juga menjadi bentuk penghormatan kepada seniman Betawi almarhum Mak Manih Nirin Kumpul.

Menurutnya, salah satu penampilan utama dalam festival tersebut adalah Tari Topeng Betawi yang dibawakan 12 penari muda. Sejak pagi, warga tampak antusias menyaksikan seluruh rangkaian acara.

Selain Tari Topeng Betawi, festival juga menampilkan Bodoran, musik Gambang Kromong, Tanjidor, Orkes Melayu, atraksi Pencak Silat, Palang Pintu, Tari Betawi, hingga Hadroh.

Kegiatan turut diramaikan bazar yang diikuti sekitar 60 pelaku UMKM lokal. Mereka menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner, minuman, kerajinan tangan, hingga produk fesyen.

Karwadi menjelaskan tema “Nimbrung-nya Orang Betawi” dipilih untuk membangkitkan semangat kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta mendorong masyarakat terus melestarikan budaya Betawi.

Baca Juga  Gantikan Sahbirin Noor, Prabowo Lantik Muhidin jadi Gubernur Kalsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *