Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjar

Festival Kuliner Banjar Hidupkan Tradisi dan Dukung UMKM Lokal

×

Festival Kuliner Banjar Hidupkan Tradisi dan Dukung UMKM Lokal

Sebarkan artikel ini
Peserta lomba Festival Kuliner Banjar menampilkan kreasi kue tradisional dan masakan serba ikan di Aula KH Kasyful Anwar, Martapura.
Peserta lomba Festival Kuliner Banjar menampilkan kreasi kue tradisional dan masakan serba ikan di Aula KH Kasyful Anwar, Martapura.

Martapura – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Festival Kuliner Banjar untuk melestarikan kuliner tradisional sekaligus mendorong UMKM lokal. Acara berlangsung di Aula KH Kasyful Anwar, Kamis (25/9/2025), diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) serta TP PKK Kabupaten Banjar.

Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas, membuka festival dan menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi juga sarana memperkenalkan kuliner tradisional Banjar ke masyarakat luas dan wisatawan.

“Festival ini menjadi ajang menampilkan keunikan kuliner Banjar sekaligus memperkuat UMKM lokal. Setiap hidangan yang diolah peserta membawa cerita dan tradisi yang harus terus dilestarikan,” ujar Hj Nurgita.

Festival menampilkan lomba kue tradisional Banjar, lomba pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman), dan lomba masak serba ikan, yang diikuti TP PKK kecamatan se-Kabupaten Banjar serta SKPD dan Forkopimda untuk kategori kue tradisional. Semua bahan menggunakan komoditas lokal, menjaga keaslian cita rasa Banjar sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Kepala DKPP Kabupaten Banjar, Sipliansyah, menyebut, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat. Para pemenang lomba menerima piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan, sebagai bentuk penghargaan atas inovasi dan keterampilan mereka.

“Setiap hidangan tradisional yang ditampilkan membawa nilai sejarah dan budaya Banjar. Festival ini memberi kesempatan bagi generasi muda dan pelaku UMKM untuk mengenal resep leluhur sekaligus memasarkan produknya,” kata Sipliansyah.

Selain lomba, festival ini menjadi ajang interaksi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM. Lomba masak serba ikan dan B2SA menekankan keseimbangan gizi, sementara lomba kue tradisional menonjolkan kekayaan warisan kuliner Banjar yang terus dijaga.

Baca Juga  Dekranasda Tanah Bumbu Dukung Kerajinan Tenun Masuk Pasar Lebih Luas

Dengan festival ini, Kabupaten Banjar melangkah lebih dekat ke visi “Banjar Rakat Hidup Barakat”, menggabungkan pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *