Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Kutai Kartanegara

Festival Daur Ulang Sambut Gerakan Pegiat Sampah di Tenggarong

×

Festival Daur Ulang Sambut Gerakan Pegiat Sampah di Tenggarong

Sebarkan artikel ini
Sekda Kukar H. Sunggono melihat produk daur ulang karya pegiat sampah pada Festival Daur Ulang Tenggarong 2025 di Taman Tanjong.
Sekda Kutai Kartanegara H. Sunggono meninjau berbagai produk daur ulang yang dipamerkan pegiat sampah pada Festival Daur Ulang Tenggarong 2025.

Tenggarong — Festival produk daur ulang sampah di Kabupaten Kutai Kartanegara menarik perhatian warga saat dibuka Sekretaris Daerah Kukar, H. Sunggono, di Taman Tanjong, Tenggarong, Minggu (30/11/2025). Acara ini sekaligus menjadi momentum peluncuran gerakan pegiat daur ulang sampah di Kukar.

Sebelum acara dimulai, Sunggono meninjau berbagai hasil karya pegiat daur ulang—mulai dari kotak tisu, pot bunga, hingga kerajinan berbahan limbah rumah tangga—didampingi camat dan sejumlah kepala dinas.

Ketua panitia, Henny Amiruddin, mengatakan gerakan ini telah berjalan hampir sembilan tahun dan semakin berkembang setelah mendapat pendampingan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Tercatat lebih dari 1.600 peserta dari berbagai kecamatan mengikuti pelatihan selama dua tahun terakhir.

“Minat masyarakat besar, dari sekolah, guru, hingga warga desa. Mereka ingin bergabung dan berkarya. Limbah di sekitar kita bisa menjadi produk layak jual,” ujar Henny.

Ia menyebut, sejumlah kecamatan seperti Sebulu, Kota Bangun Darat, Muara Wis, hingga Kembang Janggut kini memiliki pegiat daur ulang aktif. Produk mereka bahkan pernah digunakan sebagai cenderamata resmi pada MTQ Nasional ke-30 oleh tamu VIP dan menteri.

Menurut Henny, hal itu menjadi bukti bahwa kerajinan berbahan sampah memiliki potensi besar untuk masuk pasar industri kreatif.

Sekda Kukar, H. Sunggono, menyampaikan bahwa gerakan ini selaras dengan program daerah One Village One Product.

“Setiap desa punya potensi berbeda. Produk daur ulang dapat dikembangkan sesuai karakter wilayah masing-masing. Ini bagian dari inovasi pengurangan sampah yang harus terus digerakkan,” katanya.

Sunggono juga menantang pegiat sampah memanfaatkan peluang ekonomi baru, termasuk penyediaan pakan budidaya maggot BSF yang akan dibutuhkan saat Pemkab Kukar membangun sentra ayam petelur di 17 kecamatan untuk program makan bergizi gratis.

Baca Juga  Gebyar Wayang Topeng Malang Warnai Festival Ekonomi Kreatif di Boon Pring

“Pengelolaan sampah yang berkelanjutan kuncinya pada 3R: reduce, reuse, recycle. Jika gerakan ini menjadi budaya masyarakat, penanganan sampah di Kukar akan jauh lebih baik,” tegasnya.

Festival ditutup dengan ajakan pemerintah agar kolaborasi pegiat, sekolah, desa, dan industri kreatif terus diperluas untuk mendorong ekonomi sirkular di Kutai Kartanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *