GUNUNGKIDUL, Daerah Istimewa Yogyakarta — Dua orang pemancing dilaporkan hilang di kawasan Tebing Grendan, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Hingga Sabtu (10/1/2026) petang, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di lokasi darat maupun perairan sekitar.
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan laporan diterima dari Sarsatlinmas Wilayah I Sadeng terkait dugaan hilangnya dua pemancing di area tebing tersebut.
“Informasi awal kami terima dari Sarsatlinmas Sadeng. Ada dua pemancing yang diduga hilang di kawasan Tebing Grendan,” kata Rio, Sabtu malam.
Berdasarkan keterangan saksi, Yohanes (46), warga Giripanggung, Tepus, pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 WIB ditemukan sejumlah peralatan memancing dan sisa makanan di lokasi, namun tidak terlihat keberadaan pemiliknya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas SAR.
Dari hasil penelusuran awal, salah satu korban diketahui bernama Wasgito (39), warga Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Ia diketahui datang ke lokasi bersama rekannya, Bagas (22), warga Condongcatur, Sleman, menggunakan sepeda motor.
Menurut keterangan Bagas, mereka tiba di Tebing Grendan pada Jumat sore dan mulai memancing seperti biasa. Namun sekitar pukul 16.30 WIB, hujan turun di lokasi sehingga mereka mendirikan tenda darurat menggunakan jas hujan.
“Pada malam hari Bagas merasa kedinginan dan basah kuyup, lalu memutuskan pulang sekitar pukul 19.30 WIB,” ujar Rio.
Bagas sempat mencoba menghubungi Wasgito melalui pesan singkat sekitar pukul 20.56 WIB, namun tidak mendapat respons. Keesokan paginya, Bagas mendapat informasi dari grup percakapan komunitas pemancing tentang adanya orang yang diduga hilang di Tebing Grendan, dengan ciri barang yang sesuai milik rekannya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Yogyakarta mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Gunungkidul yang dilengkapi peralatan water rescue dan drone thermal. Tim SAR gabungan kemudian dibagi menjadi dua unit pencarian, yakni jalur darat dan laut.
“SRU darat melakukan penyisiran di sekitar tebing, sementara SRU laut melakukan pencarian menggunakan dua perahu jukung dari Pantai Sadeng dan Pantai Siung,” jelas Rio.
Pencarian terkendala kondisi cuaca berupa hujan dan angin kencang. Hingga pukul 17.00 WIB, kedua korban belum ditemukan.
“Operasi pencarian akan dilanjutkan pada Minggu pagi mulai pukul 06.00 WIB,” pungkas Rio Banupanitis.












