Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Peristiwa

Hilang Saat Waktu Azan, Marbot Masjid di HST Ditemukan Meninggal

×

Hilang Saat Waktu Azan, Marbot Masjid di HST Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan menyisir Sungai Desa Pemangkih menggunakan perahu karet saat pencarian marbot masjid yang diduga tenggelam di Hulu Sungai Tengah.
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di aliran Sungai Desa Pemangkih, Kecamatan Labuhan Amas Utara, Hulu Sungai Tengah, dalam upaya pencarian marbot masjid yang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam. (Foto: Istimewa)

BARABAI  — Tim SAR gabungan menemukan MR (62), marbot masjid yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Desa Pemangkih, Kecamatan Labuhan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (17/5/2026) pagi, setelah dua hari proses pencarian dilakukan di sekitar aliran sungai.

MR diketahui merupakan warga Desa Pemangkih yang sehari-hari bertugas sebagai marbot masjid setempat. Sebelumnya, ia dilaporkan hilang pada Jumat (16/5/2026) malam setelah tidak terlihat menjelang waktu azan magrib.

Kecurigaan warga muncul lantaran radio masjid yang biasa dinyalakan korban untuk persiapan azan tidak aktif seperti biasanya. Saat dilakukan pengecekan, korban tidak ditemukan di area masjid.

Warga kemudian menemukan sandal dan sepeda motor milik korban berada di tepi sungai tak jauh dari lokasi, sehingga memunculkan dugaan korban tercebur ke aliran sungai.

Kepala Desa Pemangkih lalu melaporkan kejadian itu ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin sekitar pukul 20.55 Wita. Tim SAR dari Pos Tabalong langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian bersama unsur gabungan.

Operasi SAR melibatkan personel Basarnas, TNI-Polri, BPBD, relawan, hingga warga sekitar. Pencarian dilakukan dengan penyisiran sungai menggunakan perahu karet serta pemantauan bawah air.

Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 09.40 Wita, berjarak kurang lebih 1,2 kilometer dari lokasi awal diduga tenggelam.

“Korban berhasil ditemukan pada hari kedua operasi dalam kondisi meninggal dunia,” ujar SAR Mission Coordinator (SMC) Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana.

Putu mengatakan proses pencarian sempat terkendala kondisi air sungai yang keruh dan cuaca hujan ringan sehingga membatasi jarak pandang tim di lapangan.

Setelah dievakuasi, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Tim SAR gabungan kemudian menutup operasi pencarian dan seluruh personel kembali ke kesatuan masing-masing.

Baca Juga  Dua Warga Jadi Korban Kejahatan Jalanan di Yogyakarta, Satu Pelaku Ditangkap

“Kami turut berduka cita atas musibah ini dan mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai,” kata Putu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *