BATULICIN — Semangat kebangsaan terasa kuat di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu, Batulicin, Rabu (20/5/2026). Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang dirangkai dengan Peringatan Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan ke-77.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur. Di hadapan peserta upacara yang terdiri dari unsur Forkopimda, TNI-Polri, ASN, pelajar hingga organisasi masyarakat, ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah tantangan zaman yang terus berubah.
Dalam amanatnya, Andi Rudi Latif menyebut Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk kembali meneguhkan semangat nasionalisme dan gotong royong.
Menurutnya, tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menjadi pengingat bahwa generasi muda harus dipersiapkan menghadapi masa depan dengan karakter kuat, wawasan kebangsaan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
“Tantangan kita hari ini bukan hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga kedaulatan informasi dan teknologi. Karena itu, kualitas sumber daya manusia harus terus diperkuat, termasuk literasi digital dan kemampuan berinovasi,” ujar Andi Rudi Latif.
Ia mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendorong pengembangan generasi muda melalui pendidikan, pembinaan karakter, peningkatan keterampilan, serta pemanfaatan teknologi secara positif dan produktif.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan maupun informasi yang belum tentu benar. Di tengah derasnya arus digital, persatuan dinilai menjadi modal utama menjaga stabilitas daerah.
“Mari jadikan semangat Hari Kebangkitan Nasional sebagai energi bersama untuk membangun daerah dan bangsa menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat,” tegasnya.
Tak hanya memperingati Harkitnas, upacara juga menjadi momentum mengenang perjuangan para pejuang ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, yang tahun ini mengusung tema “Pejuang-Pejuang yang Ikhlas Tidak Menuntut Jasa”.
Tema tersebut menjadi refleksi atas perjuangan para tokoh pejuang Kalimantan yang mempertahankan kemerdekaan dengan pengorbanan tanpa pamrih. Nilai keberanian, loyalitas, serta pengabdian kepada bangsa dinilai tetap relevan untuk generasi saat ini.
“Kebangkitan nasional harus dimulai dari diri sendiri, bangkit dalam disiplin, pelayanan, pendidikan, semangat bekerja, dan kepedulian terhadap sesama,” kata Andi Rudi Latif.
Upacara berlangsung khidmat dengan Kapten Inf Wahyono bertugas sebagai Perwira Upacara dan Ahmad Adis Saputra sebagai Komandan Upacara. Hadir pula jajaran DPRD, instansi vertikal, kepala desa, organisasi perempuan, unsur pendidikan, hingga Pramuka.












