BATULICIN — Tongkat kepemimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin resmi berganti. Jabatan kepala lapas diserahterimakan dari Arifin Akhmad kepada Thoha Yahya Umar Siddiq dalam acara pisah sambut yang digelar di salah satu hotel di kawasan Batulicin, Rabu (20/5/2026).
Serah terima jabatan berlangsung khidmat dan dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan Mulyadi, jajaran pejabat pemasyarakatan, unsur Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan.
Bagi Arifin Akhmad, momen tersebut menjadi penutup masa tugas selama kurang lebih 10 bulan 26 hari memimpin Lapas Batulicin. Dalam sambutan perpisahannya, ia mengaku banyak mendapat pengalaman dan pelajaran selama bertugas di Tanah Bumbu.
“Waktu yang singkat ini memberikan banyak pengalaman, pembelajaran, serta kenangan berharga bagi saya. Berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar Lapas Batulicin, bukan hasil satu orang semata,” ujar Arifin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pegawai serta pihak-pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Batulicin.
Menurutnya, pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi sebagai proses penyegaran dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Saya percaya kepemimpinan yang baru mampu melanjutkan semangat kebersamaan, integritas, dan pelayanan terbaik yang telah dibangun bersama,” katanya.
Sementara itu, Thoha Yahya Umar Siddiq yang kini dipercaya memimpin Lapas Batulicin mengaku bersyukur atas amanah baru tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program positif yang telah berjalan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan pemasyarakatan.
“Ini amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami siap melanjutkan program-program yang sudah baik dan memperkuat kolaborasi agar pelayanan pemasyarakatan semakin optimal,” ujar Thoha.
Sebelum bertugas di Batulicin, Thoha diketahui cukup lama menjalankan penugasan di wilayah Kalimantan Tengah. Pengalaman tersebut disebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan tugas di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Mulyadi, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas dedikasi Arifin Akhmad selama memimpin Lapas Batulicin.
Menurut dia, meski masa tugas relatif singkat, sejumlah perubahan positif dinilai berhasil dilakukan, termasuk kepercayaan yang diberikan kepada Lapas Batulicin dalam menjalankan program strategis nasional.
“Walaupun masa tugas beliau tidak panjang, perubahan positif cukup terasa. Bahkan Lapas Batulicin menjadi salah satu unit pelaksana teknis yang dipercaya mengelola program strategis nasional,” ujar Mulyadi.
Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan penguatan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan humanis.
Acara pisah sambut ditutup dengan penyerahan cinderamata serta sesi ramah tamah sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama sekaligus penyambutan bagi kepala lapas yang baru.












