BATULICIN — Sebanyak 1.200 santri dan santriwati TKA-TPA LPPTKA BKPRMI Tanah Bumbu diwisuda di Pendopo Kantor Bupati, Gunung Tinggi, Batulicin, Minggu (10/5/2026). Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menilai pembinaan keagamaan sejak dini menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk generasi berkarakter sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menegaskan pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pembentukan moral dan akhlak generasi muda. Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini memiliki dampak besar dalam membangun karakter anak di tengah tantangan era digital.
“Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kualitas akhlak, moral, dan keimanan generasi mudanya. Karena itu, pembinaan generasi Qurani menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Andi Rudi Latif.
Ia menilai wisuda santri bukan sekadar seremoni kelulusan membaca Al-Qur’an, melainkan momentum menanamkan nilai keislaman yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Anak-anak diharapkan tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai akhlak, disiplin, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Bupati, lahirnya generasi Qurani akan memberi manfaat besar bagi pembangunan daerah, mulai dari penguatan karakter generasi muda, pencegahan kenakalan remaja, hingga terciptanya sumber daya manusia religius dan berdaya saing.
“Hari ini adalah awal perjalanan untuk menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkarakter,” katanya kepada para wisudawan.
Pemkab Tanah Bumbu, lanjut dia, akan terus mendukung program pembinaan keagamaan sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Wisuda Akbar XV TKA-TPA LPPTKA BKPRMI Tanah Bumbu Tahun 2026 mengusung tema “BerAksi Menyiapkan Generasi Qurani, Menyongsong Masa Depan Gemilang Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur dan Beradab.”
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru dengan prosesi wisuda, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga pemberian penghargaan bagi santri berprestasi. Momentum ini juga menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah, tenaga pendidik, dan orang tua dalam mencetak generasi muda Islam yang unggul di masa depan.












