Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Nasional

BMKG Imbau Waspada Dampak Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon 93S

×

BMKG Imbau Waspada Dampak Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon 93S

Sebarkan artikel ini
Paparan BMKG terkait Siklon Tropis Bakung dan potensi dampak cuaca ekstrem di wilayah Indonesia
BMKG menyampaikan perkembangan terbaru Siklon Tropis Bakung dan bibit siklon 93S yang berpotensi berdampak pada cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul terbentuknya Siklon Tropis Bakung di Samudra Hindia serta kemunculan Bibit Siklon 93S di selatan Bali–Nusa Tenggara.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, Bibit Siklon 91S resmi meningkat status menjadi Siklon Tropis Bakung sejak Jumat (12/12) pukul 19.00 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam, dengan tekanan udara mencapai 1.000 hPa, dan bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia.

Meski bergerak menjauh, Faisal menegaskan siklon ini tetap berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia dalam satu hingga dua hari ke depan.

“BMKG telah menyampaikan peringatan dini secara bertahap dan berkelanjutan karena sistem ini masih dapat memicu cuaca ekstrem, terutama hujan lebat dan gelombang tinggi,” ujar Faisal.

Dalam 24 jam ke depan, intensitas Siklon Tropis Bakung diprakirakan meningkat signifikan. Kecepatan angin maksimum diprediksi mencapai 55 knot atau sekitar 100 kilometer per jam, dengan tekanan pusat turun hingga 988 hPa, yang menandakan penguatan menjadi siklon kategori dua.

BMKG mencatat, dampak tidak langsung Siklon Tropis Bakung berpotensi memicu hujan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Bengkulu, Lampung, dan Banten. Selain itu, angin kencang berpeluang terjadi di Bengkulu, sementara gelombang tinggi setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan muncul di sejumlah perairan, termasuk Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, serta Selat Sunda bagian selatan.

Di saat bersamaan, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengingatkan keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau di Samudra Hindia selatan Bali–Nusa Tenggara, tepatnya di sekitar 12,0 derajat Lintang Selatan dan 115,8 derajat Bujur Timur.

Baca Juga  Prabowo Lantik Hanif Faisol Jadi Wamenko Pangan, Jumhur Isi Menteri LH

Menurutnya, meski peluang 93S berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan masih tergolong rendah, sistem tersebut tetap berpotensi memicu cuaca ekstrem secara tidak langsung.

“Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, disertai angin kencang dan gelombang tinggi di pesisir selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara,” kata Guswanto.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menambahkan, masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gangguan aktivitas harian, terutama di daerah rawan bencana hidrometeorologi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi resmi melalui kanal BMKG serta mengikuti arahan mitigasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Aktivitas di luar ruangan, khususnya di wilayah pesisir dan perairan terbuka, disarankan dibatasi selama potensi cuaca ekstrem masih berlangsung.

“Kami mengajak seluruh pihak menerapkan prinsip peringatan dini yang diikuti dengan langkah antisipatif, agar risiko korban dapat ditekan seminimal mungkin,” kata Faisal.

BMKG memastikan pemantauan perkembangan Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon 93S akan terus dilakukan secara real time melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, dan pembaruan informasi akan disampaikan jika terjadi perubahan signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *