Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Cirebon

Sejumlah Wilayah di Cirebon Terendam Banjir Usai Hujan Deras

×

Sejumlah Wilayah di Cirebon Terendam Banjir Usai Hujan Deras

Sebarkan artikel ini
Rumah warga di Cirebon Utara terendam banjir setinggi hingga satu meter akibat hujan deras dan luapan sungai
Genangan banjir merendam permukiman warga di wilayah Cirebon Utara setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Sabtu malam

CIREBON — Hujan deras disertai petir yang mengguyur wilayah Cirebon Utara pada Sabtu malam menyebabkan banjir di sejumlah titik, termasuk kawasan permukiman warga. Hingga Minggu (14/12/2025) pagi, genangan air di beberapa lokasi belum surut.

Banjir dilaporkan merendam Perumahan Vila Intan Cirebon di Desa Jadimulya, serta meluas ke wilayah Desa Astana dan Desa Klayan, Kabupaten Cirebon. Ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter, sehingga air masuk ke rumah-rumah warga.

Luapan sejumlah aliran sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan disebut menjadi pemicu utama banjir di kawasan tersebut. Genangan air yang tinggi juga menyebabkan beberapa akses jalan desa lumpuh total, menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan lokasi pengungsian dan membuka posko darurat di Balai Desa Jungjang.

“Kami memprioritaskan evakuasi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang masih terjebak di rumahnya,” kata Ikin.

Selain mengevakuasi warga, BPBD juga melakukan pendataan dampak banjir. Sejumlah perabot rumah tangga milik warga dilaporkan rusak akibat terendam air. Untuk kebutuhan mendesak, para pengungsi saat ini memerlukan pasokan air bersih, selimut, serta perlengkapan darurat lainnya.

BPBD Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan, terutama bagi warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan bantaran sungai

Baca Juga  WikenFes 2025 Guncang Cirebon, Pertamina Hadirkan Musik, Promo Digital, dan Bazaar UMKM

Respon (1)

  1. Bencana alam seperti banjir akibat curah hujan ekstrim dan meluapnya sungai sejatinya menjadi alarm bagi kita untuk kembali taat kepada Allah dengan mengelola alam sesuai syariatNya. Karena kapitalisme yang serakah telah merusak lingkungan dan SDA demi kepentingan pihak tertentu dan mengabaikan keselamatan rakyat. Alih fungsi lahan untuk proyek pembangunan, deforestasi, kerusakan ekosistem pesisir, pendangkalan sungai, sementara upaya mitigasi dan penanggulangan bencana sangat minim semakin memeperburuk keadaan. Padahal negara dalam Islam bertanggung jawab penuh sebagai pelayan rakyat untuk memberi keselamatan seluruh rakyatnya dan menjaga alam dari berbagai kerakusan kapitalis. Semoga warga terdampak mendapat pahala dari Allah atas kesabaran dan segera pulih kembali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *