Batulicin – Langkah-langkah penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Prevalensi Stunting di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) terus dilaksanakan.
Pada hari Selasa (05/12), diadakan pertemuan di Pendopo Serambi Madinah, Kantor Bupati, yang melibatkan para Bidan se-Tanbu, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, M Putu Wisnu Wardhana, atas nama Bupati Tanbu Abah Zairullah Azhar.
Dalam pidatonya, Wisnu Wardhana menyampaikan bahwa AKI, AKB, dan Prevalensi Stunting masih merupakan tantangan bersama yang belum sepenuhnya teratasi. Meskipun terdapat penurunan dalam dekade terakhir, angkanya masih tinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara.
Tingginya tingkat AKI, AKB, dan Stunting ini dipahami sebagai hasil dari berbagai faktor dalam konteks kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh sejumlah masalah, termasuk gizi yang kurang, penyakit menular dan tidak menular, partisipasi dalam program keluarga berencana, kesetaraan gender, status sosial ekonomi, dan budaya.
Dengan demikian, perlu ditingkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi, terutama pada tahap sebelum hamil. Catin menjadi fokus program kesehatan untuk mempersiapkan keluarga agar siap dan layak hamil.
Melalui pertemuan dengan para bidan ini, Wisnu berharap dapat mencapai percepatan dalam menurunkan AKI, AKB, dan Prevalensi Stunting sebagai indikator utama Pembangunan Kesehatan di Indonesia, khususnya di Tanbu.
Sumber : mc.tanahbumbukab.go.id












