Batulicin – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, tak main-main dalam urusan kualitas birokrasinya.
Lewat Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan IV 2026, ia mengirim pesan tegas: pejabat eselon IV harus berubah. Bukan sekadar pangkat. Tapi benar-benar menjadi penggerak di lapangan.
Sebanyak 40 pejabat pengawas dari berbagai perangkat daerah dikirim untuk mengikuti pelatihan yang digelar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (9/6/2026).
Mereka adalah ujung tombak. Mereka pula yang berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari.
Karena Bupati tak bisa hadir, amanatnya disampaikan oleh Kepala BKPSDM Tanah Bumbu, Rusdiansyah.
“Pejabat pengawas harus mampu menjadi penggerak perubahan di unit kerja masing-masing,” ujar Rusdiansyah membacakan sambutan Bupati.
Ia mengingatkan, tuntutan publik terhadap pelayanan saat ini sudah sangat tinggi. Cepat, tepat, transparan, dan berorientasi hasil.
“Kepemimpinan pengawas harus adaptif, kolaboratif. Ini kebutuhan, bukan sekadar pilihan,” lanjutnya.
Pelatihan ini bukan yang pertama. Sebelumnya sudah tiga angkatan berjalan. Kali ini pesertanya 40 orang.
Angka itu dinilai sebagai bukti komitmen Pemkab dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, melayani, dan akuntabel.
Pembukaan pelatihan juga dihadiri Sekretaris BPSDMD Kalsel, Rina Astuti, mewakili Kepala BPSDMD H. Faried Fakhmansyah. Para widyaiswara dan Tim Aksi Percepatan Pembangunan Daerah (AP2D) Tanah Bumbu, Prof. Dr. H. Murtir Jeddawi, ikut mendampingi.
“Saya berharap saudara menjadi agen perubahan yang mendorong peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik,” tegas Rusdiansyah menirukan amanat Bupati.












