Balangan

Belanja Cil Balangan, Pedagang Pasar Paringin Rasakan Tambahan Transaksi

×

Belanja Cil Balangan, Pedagang Pasar Paringin Rasakan Tambahan Transaksi

Sebarkan artikel ini

PARINGIN – Program Belanja Cil (Bela Pedagang Kecil) yang digagas Pemerintah Kabupaten Balangan mulai dirasakan pedagang pasar tradisional. Salah satunya Wahyudin, pedagang material elektronik sekaligus penyedia jasa servis di Pasar Paringin.

Ia mengaku jumlah pengunjung yang datang ke lapaknya meningkat sejak aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga non-ASN diarahkan berbelanja langsung di pasar tradisional.

“Alhamdulillah omzet lumayan meningkat. Biasanya pasar sangat sepi, tapi dengan adanya pegawai yang diarahkan belanja ke pasar, ada saja yang mampir mencari material kabel, lampu, atau sekadar servis ringan,” kata Wahyudin.

Menurut dia, transaksi yang diperoleh bervariasi, mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu dalam satu kali pembelian.

Program Belanja Cil merupakan kebijakan Pemkab Balangan yang mengajak pegawai pemerintah berbelanja di pasar lokal. Program ini ditujukan untuk membantu aktivitas perdagangan sekaligus menjaga perputaran uang di daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Balangan, Herlina, mengatakan program tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pedagang pasar tradisional.

“Belanja Cil ini adalah program dari pemerintah daerah untuk memajukan dan menambah semangat kawan-kawan pelaku usaha di pasar-pasar Kabupaten Balangan. Harapannya roda ekonomi bisa berputar dengan kehadiran para pegawai,” ujar Herlina, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diharapkan berlangsung rutin setiap bulan dengan mekanisme pelaporan secara berjenjang. Pemerintah tidak menetapkan batas minimal belanja karena nominal pembelian disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pegawai.

Herlina mengatakan program tersebut juga diharapkan membuat penghasilan pegawai, termasuk yang berasal dari luar Balangan, ikut berputar di pasar setempat.

“Harapan Bapak Bupati, walaupun ada pegawai yang berasal dari luar Balangan, uangnya tetap dibelanjakan di pasar kita, sehingga perputaran uangnya tetap berada di wilayah Balangan,” katanya.

Baca Juga  Peringati HUT Ke-81 RI, Anggota DPRD Balangan Sri Huriyati Minta Pemuda Isi Kemerdekaan Lewat Aksi Nyata

Wahyudin berharap kegiatan tersebut terus berlangsung setiap bulan. Menurut dia, program itu membantu pedagang menghadapi persaingan dengan toko daring.

“Kami sangat terbantu di tengah persaingan dengan toko online. Harapannya kegiatan ini terus berlanjut setiap bulan agar pasar tradisional tetap hidup,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *