BALANGAN – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Balangan menghadirkan 18 inovasi baru hingga 2026. Dengan penambahan tersebut, jumlah inovasi yang dikembangkan instansi itu kini mencapai 25 program.
Kepala DPMPTSP Balangan, Akhriani, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk memperbaiki tata kelola internal, meningkatkan pelayanan perizinan, serta memperkuat promosi dan pengawasan investasi daerah.
“Kami ingin setiap proses, baik di internal maupun dalam melayani masyarakat dan pelaku usaha, berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Inovasi-inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan dan dari ide para pegawai kami sendiri,” kata Akhriani, Senin (2/11/2026).
Pada bidang tata kelola internal, DPMPTSP mengembangkan Si Gitar V.2 untuk pengelolaan arsip digital, Simpan untuk persuratan, serta ASINAN GANAL MANIS untuk administrasi kepegawaian melalui microsite.
Inovasi lainnya meliputi E-Buta sebagai buku tamu elektronik dan Rajin Bercalek untuk merekap data perizinan berusaha secara elektronik.
Untuk mendukung pendapatan daerah, DPMPTSP memiliki Merit Berkah yang berkaitan dengan penerimaan retribusi bangunan berizin ke kas daerah. Sementara PADANG LARON memanfaatkan media videotron untuk menambah pendapatan daerah.
Di bidang pelayanan perizinan, masyarakat dapat berkonsultasi melalui Lapak Jiwa dan mengakses layanan terpadu melalui aplikasi Si Cantik. DPMPTSP juga mengembangkan PUITIS untuk penerbitan otomatis perizinan berusaha berbasis risiko serta DISCO untuk memudahkan masyarakat mengetahui persyaratan perizinan dengan memindai barcode.
Pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) dilengkapi E-Madu MPP untuk pengaduan, SISUKA MELI MPP untuk survei kepuasan secara daring, dan MPP Menyapa sebagai sarana penyampaian informasi layanan.
Sementara di bidang investasi, DPMPTSP mengembangkan Daku Pentas untuk menghimpun data pelaku usaha penyumbang investasi dan Terasa Singkat untuk mempertemukan para pelaku usaha.
Ada pula SIPPENTAS, sistem berbasis WebGIS yang menyajikan peta potensi investasi daerah, serta PAPARAZI untuk memetakan pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko.
Akhriani mengatakan pengembangan inovasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya DPMPTSP Balangan mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan melangkah menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Seluruh inovasi akan terus dipantau, dievaluasi, dan dikembangkan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, sejalan dengan moto pelayanan DPMPTSP Balangan, SIMPATIK,” ujarnya.











