Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjar

Banjar Kirim Perdana RDF ke PT Indocement Tarjun, Dorong Pengelolaan Sampah dan Energi Alternatif

×

Banjar Kirim Perdana RDF ke PT Indocement Tarjun, Dorong Pengelolaan Sampah dan Energi Alternatif

Sebarkan artikel ini
Prosesi pemotongan pita oleh pejabat KLHK dan Pemkab Banjar menandai pengiriman perdana RDF menuju PT Indocement Tarjun.
Pejabat KLHK bersama jajaran Pemkab Banjar melakukan prosesi pemotongan pita sebagai simbol dimulainya pengiriman perdana RDF dari TPS 3R Martapura ke PT Indocement Tarjun.

MARTAPURA — Pemerintah Kabupaten Banjar resmi melepas pengiriman perdana Refuse Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif hasil olahan sampah plastik, dari TPS 3R Lestari Albasia Martapura menuju pabrik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (PT ITP) Tarjun, Kotabaru. Prosesi pelepasan yang digelar di Taman Barakat, Jumat (14/11/2025), menjadi bagian dari rangkaian aksi bersih-bersih sampah yang melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK, Hanifah Dwi Nirwana, melepas truk pengangkut RDF secara simbolis. Turut menyaksikan perwakilan manajemen PT ITP, Eva Ariani; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoto; serta jajaran Pemkab Banjar, termasuk Sekretaris DPRKPLH Banjar, Gusti Rendy.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, B3, dan Bahan Berbahaya DPRKPLH Banjar, Sutiono, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah plastik low value yang selama ini hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Sampah plastik low value selama ini tidak bisa diolah dan langsung tertimbun di TPA. Dengan dukungan PT ITP, sampah ini bisa diproses menjadi RDF untuk bahan bakar alternatif produksi semen,” ungkap Sutiono.

Setelah pelepasan, rombongan meninjau proses pemilahan dan pencacahan sampah plastik di TPS 3R Martapura. Petugas tampak bekerja mempersiapkan bahan baku RDF yang nantinya dikirim ke pabrik semen untuk substitusi energi.

Hanifah menjelaskan bahwa pemanfaatan RDF merupakan solusi dua arah: mengurangi beban TPA dan menyediakan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

“RDF tidak hanya menekan volume sampah, tetapi memberi nilai tambah sebagai sumber energi alternatif bagi industri,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) mulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu.

Baca Juga  Sembunyikan 1 Kg Lebih Sabu di Saringan Udara Sepeda Motor

Dalam dialog dengan pengelola TPS 3R, rombongan melihat tumpukan karung berisi sampah yang telah dipilah dan siap diproses. Kondisi ini mencerminkan upaya daerah membangun ekosistem ekonomi sirkular.

“Kami berharap inisiatif ini menjadi titik awal sistem pengelolaan sampah terintegrasi di Kabupaten Banjar dan dapat menjadi model bagi daerah lain,” kata Hanifah.

Pengiriman perdana RDF ini menandai babak baru pengelolaan sampah berbasis kolaborasi di Banjar—mendorong pengurangan sampah plastik sekaligus memperluas pemanfaatan energi alternatif berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *