Sidoarjo – Kepanikan sempat mewarnai Pondok Pesantren Al-Mubarok di Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, setelah bagian atap ruang belajar utama roboh secara tiba-tiba, Senin siang (29/9/2025). Peristiwa tersebut terjadi saat puluhan santri tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam ruangan.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, insiden berlangsung sangat cepat. Hanya beberapa detik setelah terdengar suara retakan keras, atap bangunan yang telah berdiri lebih dari 10 tahun itu langsung ambruk.
“Tiba-tiba terdengar suara retakan keras, lalu bangunan langsung runtuh. Kami semua panik dan lari keluar,” ujar Ahmad (17), salah satu santri yang berada di lokasi.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, beberapa santri mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan dan langsung mendapat perawatan.
Tim gabungan dari BPBD Sidoarjo, Polsek Taman, dan Damkar Sidoarjo segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan memastikan tidak ada korban tertimbun reruntuhan. Kepala BPBD Sidoarjo, Arifin Prakoso, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan penyelidikan awal terkait penyebab ambruknya bangunan.
“Kami sudah melakukan evakuasi dan memastikan area aman. Saat ini tim masih menelusuri penyebab ambruknya atap, apakah karena faktor usia bangunan, konstruksi yang lemah, atau pengaruh cuaca,” jelas Arifin.
Dari hasil pantauan sementara, ruang belajar utama pesantren yang roboh berstatus semi permanen dan belum mengalami perbaikan besar sejak pertama kali dibangun. Aparat kepolisian bersama tim teknis dari dinas terkait akan melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.
Sementara itu, pihak pesantren masih enggan memberikan keterangan resmi. Lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi untuk mencegah warga dan santri mendekat selama proses penyelidikan berlangsung.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren, untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan rutin terhadap bangunan yang sudah berusia tua. Upaya ini sangat krusial guna memastikan keselamatan santri serta mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.












