PALANGKA RAYA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambah stok Pertalite di Kalimantan Tengah setelah pasokan BBM jenis tersebut mengalami kelangkaan di sejumlah SPBU Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir.
Area Manager Communication, Relations & CSR PPN Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan tambahan pasokan disiapkan melalui Fuel Terminal Pulang Pisau, serta didukung pengiriman dari Fuel Terminal Sampit dan Banjarmasin.
“Kami meningkatkan persediaan BBM di Fuel Terminal Pulang Pisau untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Penguatan penyaluran Pertalite juga telah dilakukan dengan dukungan pengiriman dari Fuel Terminal Sampit dan Banjarmasin agar pasokan ke SPBU dapat terus dioptimalkan,” kata Edi, Senin (15/9/2026).
Menurut Edi, meningkatnya permintaan Pertalite salah satunya dipicu perpindahan sebagian konsumen dari Pertamax setelah terjadi selisih harga kedua produk. Kondisi tersebut membuat aktivitas pengisian Pertalite di SPBU meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Penyaluran BBM ke sejumlah wilayah Kalteng juga menghadapi kendala faktor alam. Pada musim kemarau, permukaan air sungai menyusut dan pola pasang surut berubah sehingga pengiriman melalui jalur sungai harus disesuaikan.
Selain itu, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah jalur distribusi turut mengurangi jarak pandang. Kondisi itu membuat awak mobil tangki menurunkan kecepatan untuk menjaga keselamatan selama perjalanan.
“Dalam proses pengiriman, keselamatan tetap menjadi prioritas. Awak mobil tangki menyesuaikan laju kendaraan dengan kondisi jarak pandang serta mengikuti arahan petugas berwenang di lapangan,” ujar Edi.












