Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan menegaskan rekrutmen Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 hanya melalui satu jalur: Reguler Nasional. Tidak ada kuota khusus, kuota Mabes, jalur titipan, atau kuota tambahan.
Hal itu sesuai arahan Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol Dr. Anwar. Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti jajaran Polda Kalsel.
Karo SDM Polda Kalsel, Kombes Pol Maulana Hamdan, mengatakan proses rekrutmen dirancang untuk menutup celah kecurangan dan intervensi dari pihak luar.
“Kami pastikan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip BETAH: Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Setiap peserta punya hak sama untuk berkompetisi secara sehat,” ujar Maulana.
“Kami tegaskan kembali, tidak ada jalur atau kuota lainnya seperti kuota khusus, kuota Mabes, jalur titipan, ataupun kuota tambahan. Kebijakan ini berlaku mutlak secara nasional,” tambahnya.
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, menyebut pola rekrutmen ini sudah sesuai dengan keinginan masyarakat, LSM, Kompolnas, Ombudsman, hingga Tim KPRP.
Adam juga mengimbau orang tua dan peserta seleksi agar tidak percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan.
“Kelulusan adalah hasil kerja keras, kemampuan, dan persiapan peserta sendiri. Percayalah pada kemampuan anak-anak kita,” pungkasnya.












