KOTABARU — Enam desa di Kabupaten Kotabaru masuk tahap survei kedua Program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pemerintah daerah kini mempercepat pengusulan kawasan pesisir yang dinilai potensial menjadi pusat ekonomi nelayan.
Enam desa tersebut meliputi Desa Tanjung Seloka, Kerayaan, Tanjung Lalak Selatan, Rampa Pulau Sebuku, Tanjung Semalantakan, dan Desa Pantai.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, Khairil Fajri, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat ketahanan pangan melalui sektor perikanan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
“Kami berharap kecamatan dan desa segera mengusulkan program ini. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga memperkuat ekonomi masyarakat nelayan dan koperasi desa,” kata Khairil saat ditemui di Kantor Dinas Perikanan Kotabaru, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, Dinas Perikanan hanya berperan sebagai fasilitator dalam penyampaian informasi, pendampingan administrasi, hingga membantu proses pengusulan ke kementerian.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu tim survei dari kementerian untuk memastikan kesiapan lokasi yang diajukan.
“Ada enam calon Kampung Nelayan Merah Putih yang masuk tahap survei kedua. Kami berharap desa lain segera menyusul karena program ini menggunakan standar pembangunan langsung dari kementerian,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Penangkapan Ikan Dinas Perikanan Kotabaru, Tony Akhmadi, mengatakan program tersebut dirancang untuk membangun kawasan nelayan yang lebih modern dan produktif.
Menurut dia, salah satu syarat utama pengajuan adalah kesiapan lahan yang harus berstatus clear and clean, tidak bersengketa, serta memiliki legalitas jelas.
Untuk kategori pusat utama atau hub, pemerintah pusat mensyaratkan lahan sekitar dua hektare yang nantinya dilengkapi fasilitas seperti cold storage, dermaga, sentra UMKM, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Sementara itu, pemerintah daerah juga mendorong budidaya tematik perikanan melalui Koperasi Desa Merah Putih guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Bidang Pemberdayaan Pembudidayaan Ikan, Hairil Anwar, mengatakan komoditas yang diprioritaskan saat ini adalah ikan nila dan lele, dengan target mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
“Harapannya minimal setiap kecamatan memiliki satu lokasi budidaya tematik sebagai penyangga kebutuhan pangan berbasis perikanan,” katanya.












