BANJARBARU — Pemerintah Kabupaten Kotabaru mempercepat pemerataan listrik sekaligus membuka ruang investasi dengan menjalin koordinasi bersama PLN UID Kalselteng, Rabu (29/4/2026).
Kunjungan kerja yang dipimpin Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, berlangsung di Banjarbaru dan diikuti sejumlah investor.
Syairi mengungkapkan rasio elektrifikasi di Kotabaru telah mencapai 97,52 persen. Namun, masih ada sejumlah desa yang belum teraliri listrik, terutama di wilayah terpencil.
“Dari 203 desa dan kelurahan, masih ada yang belum terjangkau. Kami targetkan 2026 seluruh wilayah sudah teraliri listrik, termasuk daerah sulit seperti Pulau Sembilan,” ujarnya.
Pemkab juga menargetkan pemerataan listrik bisa mencapai 100 persen paling lambat 2028. Menurutnya, ketersediaan listrik menjadi faktor kunci dalam menarik investasi.
“Listrik adalah kebutuhan utama investor. Karena itu, percepatan elektrifikasi menjadi prioritas,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan sejumlah proyek investasi, salah satunya pembangunan washing plant di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Kelumpang Tengah.
Sementara itu, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Kalselteng, Muhammad Ari Fikri, menegaskan kesiapan PLN mendukung kebutuhan listrik di Kotabaru.
Ia mengakui masih terdapat kendala teknis, seperti pembangunan infrastruktur transmisi yang saat ini dalam proses di tingkat pusat.
“Kami siap mendukung, namun perlu tahapan seperti survei lokasi dan koordinasi lanjutan dengan investor,” ujarnya.
Meski demikian, PLN memastikan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan tetap berjalan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.












