Paser — Kabupaten Paser segera memiliki perguruan tinggi berbentuk universitas menyusul penggabungan ke dalam jaringan .
Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah Paser dan sekitarnya, sekaligus mengurangi kebutuhan mahasiswa untuk menempuh studi di luar daerah.
Pengembangan universitas tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan pendidikan tinggi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Selain berdampak pada sektor pendidikan, kehadiran universitas baru juga diproyeksikan mendorong aktivitas ekonomi lokal. Kehadiran mahasiswa dinilai berpotensi menggerakkan sektor pendukung seperti hunian sewa, kuliner, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Peningkatan akses pendidikan juga dinilai berkontribusi terhadap kenaikan rata-rata lama sekolah yang berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
Saat ini, proses administrasi dan perizinan penggabungan masih berlangsung sesuai ketentuan kementerian terkait dan diperkirakan memakan waktu antara enam hingga 18 bulan.
Universitas tersebut direncanakan membuka sejumlah program studi jenjang sarjana (S1), meliputi Teknik Sipil, Informatika, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Akuntansi, dan Manajemen. Selain itu, program diploma (D3) Kebidanan juga akan tersedia.












