Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Banjarmasin

Hilal di Kalsel Belum Penuhi Kriteria, Lebaran 2026 Berpotensi Jatuh 21 Maret

×

Hilal di Kalsel Belum Penuhi Kriteria, Lebaran 2026 Berpotensi Jatuh 21 Maret

Sebarkan artikel ini
Petugas Kemenag Kalsel mengamati posisi hilal dengan teleskop di Banjarmasin untuk penentuan awal Syawal 1447 Hijriah
Kemenag Kalimantan Selatan melakukan pemantauan hilal menggunakan teleskop di Rooftop Zuri Express Hotel Banjarmasin, Kamis (19/3/2026).

BANJARMASIN — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan melaporkan hasil pemantauan hilal menjelang penetapan awal bulan Syawal 1447 Hijriah.

Berdasarkan pengamatan di titik Rooftop Zuri Express Hotel Banjarmasin, Kamis (19/3/2026), posisi hilal dinyatakan belum memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, H. Muhammad Tambrin, menyampaikan bahwa secara teknis posisi hilal masih berada di bawah ambang batas kriteria Imkanur Rukyat MABIMS.

“Ijtima terjadi pukul 09.23 WITA. Saat matahari terbenam pukul 18.33 WITA, tinggi hilal tercatat 2 derajat 25 menit 34 detik, dengan elongasi 5 derajat 25 menit 44 detik dan umur bulan 9 jam 8 menit,” jelasnya.

Menurut Tambrin, kriteria terbaru MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dengan hasil tersebut, hilal di wilayah Kalimantan Selatan belum memenuhi syarat visibilitas.

“Melihat data yang ada, kriteria tersebut belum terpenuhi di wilayah Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Secara teori, jika kriteria tidak terpenuhi, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Dengan demikian, 1 Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama RI.

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil Sidang Isbat. Perbedaan atau kepastian tanggal merupakan bagian dari dinamika ibadah, yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan danpersaudaraan,” tambahnya.

Laporan ini disampaikan sebagai bentuk transparansi informasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi acuan dalam mempersiapkan perayaan Idulfitri sesuai ketetapan resmi pemerintah.

Baca Juga  Sejumlah LSM Desak Kejati Kalsel Telisik Dugaan Korupsi di Dua Instansi HST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *