Scroll untuk baca artikel

Tabligh Akbar 2026

HUT ke-23 Tanah Bumbu

Lihat Info
Nasional

Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong Tutup Usia di Tengah Perjuangan Tolak Tambang Emas

×

Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong Tutup Usia di Tengah Perjuangan Tolak Tambang Emas

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong penolak tambang emas dan pejuang lingkungan
Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong semasa hidup dikenal vokal menolak tambang emas demi menjaga kelestarian lingkungan dan ruang hidup warga.

KEPULAUAN SANGIHE, Sulawesi Utar —Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong, tutup usia di tengah sikap tegasnya menolak rencana eksploitasi tambang emas di wilayah kepulauan terluar Sulawesi Utara. Almarhum dikenal sebagai salah satu pejabat daerah yang secara terbuka dan konsisten menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai berisiko merusak lingkungan dan ruang hidup masyarakat.

Sikap tersebut terutama ditujukan pada izin tambang emas yang diberikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada PT Tambang Mas Sangihe (TMS). Luas wilayah konsesi tambang tersebut mencapai sekitar 42 ribu hektare, atau setara 56,9 persen dari total luas Kabupaten Kepulauan Sangihe yang hanya sekitar 73.698 hektare.

Helmud menilai skala konsesi tersebut berpotensi menimbulkan dampak ekologis serius, mengancam keberlanjutan lingkungan, serta keselamatan masyarakat di wilayah kepulauan yang rentan bencana.

Sebagai bentuk keberatan resmi, Helmud Hontong mengirimkan surat protes langsung kepada Kementerian ESDM pada 28 April 2025. Dalam surat itu, ia secara tegas menyatakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan emas di Sangihe.

“Wilayah Kepulauan Sangihe adalah ruang hidup masyarakat dan warisan anak cucu. Tidak sepatutnya sebagian besar wilayah ini dikorbankan untuk kepentingan pertambangan,” tulis Helmud dalam surat tersebut, seperti dikutip dari Tempo, Kamis (19/12/2025).

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah seharusnya berorientasi pada keselamatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, bukan semata eksploitasi sumber daya alam.

“Kami tidak menolak pembangunan, tetapi pembangunan yang mengabaikan keselamatan lingkungan sama dengan menyiapkan bencana di masa depan,” tegasnya.

Di tengah perjuangan dan sikap vokalnya menjaga kelestarian lingkungan Sangihe, Helmud Hontong tutup usia secara mendadak saat melakukan perjalanan udara dari Bali menuju Manado dengan transit di Makassar. Almarhum meninggal dunia di dalam pesawat Lion Air JT-740, pada Rabu lalu, dalam rentang penerbangan pukul 15.08 hingga 16.17 WITA.

Baca Juga  BSI Raih Penghargaan Mitra Strategis BWI 2025, Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif Nasional

Kepergian Helmud meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, tetapi juga bagi masyarakat serta pegiat lingkungan. Ia dikenang sebagai sosok pemimpin yang berani, bersahaja, dan teguh membela kepentingan rakyat serta alam.

“Almarhum menunjukkan bahwa keberpihakan kepada rakyat dan lingkungan adalah amanah moral seorang pemimpin,” ujar salah satu tokoh masyarakat Sangihe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *