Bacakabar.id, Banjarmasin – Pernyataan oknum anggota DPR RI dari Faksi PDI-P, M. Rifqizamy Karsayuda, yang menyebut masyarakat dibodohi soal terbentuknya Gambut Raya, menuai sorotan dari berbagai kalangan.
Sebelumnya tanggapan dari salah satu tokoh LSM Kalimantan, Aspihani Ideris, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saat ini menjabat Bupati Tanah Bumbu. Kini muncul tanggapan serupa dari salah satu Panitia Penuntut Pemekaran Kabupaten Gambut Raya.
“Saya sebagai salah satu panitia Pemekaran Kabupaten Gambut Raya sangat menyayangkan pernyataan M. Rifqizamy Karsayuda sebagai anggota DPR RI tergait Gambut Raya, dan tak beretika, sebaiknya partai politik yang mengusung memecatnya sebagai anggota DPR RI,” ujar H. Syahruji, S.Pd.I, S.H kepada awak media ini Senin, (2/1/2023).
Sebaiknya, kata Syahruji, sebelum berstatement yang bersangkutan cross cek dulu kepada yang berkompeten, sehingga tidak mengundang kontroversi yang berakibat fatal. Sebagai anggota komisi II DPR RI tapi kenapa tidak tahu adanya perihal rapat komisi II DPR RI bersama kementerian dalam Negeri, dimana dari hasil kesimpulan rapat komisi II agar pihak Kemendagri membuat Desain Besar untuk menyikapi adanya usulan daerah-daerah yang mengaju Daerah Otomi Baru (DOB) bagi daerah yang memenuhi persyaratan yg diisyarat oleh UU No 23 tahun 2014 tentang otonomi daerah.
“Dilihat dari stetmen M. Rifqizamy Karsayuda sepertinya tidak memahami dan mengerti tentang otonomi daerah dan pemekaran DOB. Dia bicara semaunya menurut kata hatinya dan bukan berdasar pada data dan fakta, sehingga menimbulkan kontroversi dan bahkan menimbulkan perdebatan yang berakibat pada perpecahan.” Imbuh syahruji yang pernah menjabat Anggota DPRD Kabupaten Banjar 2 Periode itu.
H. Syahruji yang juga salah satu seorang Advokat / Pengacara dan Pengurus DPD P3HI Kalsel ini menerangkan, “Panitia Pemekaran Gambut Raya sudah berusaha maksimal dan terus melakukan langkah-langkah strategis termasuk langkah politik, data kesiapan yang sudah terhimpun sudah mencapai 90 persen dimana reset telah dilakukan tim dari ULM Banjarmasin yang diketuai oleh Dr. Taufik Arbain.” ungkapnya.
“Seharusnya saudara tanyakan dan minta data kepada Tim Peneliti dari ULM sehingga pernyataan saudara tidak menyesatkan dan menjadi fitnah yang dapat membuat warga resah-resah cemas dibuatnya. Kalau saya sebagai pimpinan partai politik tempat dia bernaung, pasti seketika itu juga langsung saya pecat dan saya usulkan PAW-Nya sebagai Anggota DPR RI, karena pernyataan nya bikin malu parpol saja. Pesan untuk M. Rifqizamy Karsayuda agar lebih banyak membaca cek kroscek lah tetang gambut raya,tanyakan kepada yang berkomoetent dlm hal ini sebelum bersuara” tutupnya.
Berikut pernyataan M. Rifqizamy Karsayuda, atau yang lebih akrab dipanggil Rifqi yang dianggap kontroversi.
Kalau sekedar mengusul. Silahkan !!! Tapi kebijakan nasional, kami menutup pintu itu. Karena setiap kali saya mendengar berita itu, saya merasa rakyat ulun di kabupaten Banjar Bagian Gambut Raya itu dibodohi orang. “Ya bagi saya, bagi saya” Bukan tidak mungkin !! Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kan pak !!!
Di dunia ini pasti bisa semua, tapi kebijakan nasional yang ingin saya katakan sampai dengan 2024 yang akan datang,.sampai habis periode kami di DPR RI dan pak Presiden Joko Widodo, tidak ada daerah otonomi baru,. kecuali 4 provinsi di Papua. Karena saya tidak mau rakyat saya di Kabupaten Banjar Calon daerah otonomi baru Gambut Raya di bohongi oleh siapapun orangnya. Bukan saya tidak cinta dengan anda, justru saya sayang sama anda. Saya datang kesini menyampaikan kebenaran. (@Dwan)












