BANJARMASIN — Kenaikan harga plastik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai menekan pedagang di tingkat distribusi hingga retail di Banjarmasin.
Pedagang plastik di Jalan Sutoyo S, Muhammad Husnun Nashar, menyebut lonjakan harga terjadi secara mendadak tanpa pemberitahuan dari pemasok.
“Dari supplier di nota tiba-tiba harga berubah tanpa pemberitahuan. Setelah barang diterima, harganya langsung naik, jadi mau tidak mau kami ikut menaikkan harga,” ujarnya.
Ia mengatakan, fluktuasi harga kini terjadi hampir setiap hari, sehingga pedagang harus terus menyesuaikan harga jual.
“Tiap hari harga beda-beda, jadi kita harus update harga terus,” katanya.
Meski harga naik, permintaan dari pedagang luar daerah masih bertahan karena kebutuhan pasar yang tinggi.
Menurutnya, pembeli datang dari berbagai wilayah seperti Amuntai, Barabai, Batulicin, Kotabaru, hingga luar provinsi seperti Palangka Raya, Pulang Pisau, dan Tanah Grogot.
Namun, tidak semua pembeli tetap bertahan. Sebagian memilih menunda pembelian sambil menunggu harga kembali stabil.
“Ada juga yang tidak membeli dulu, menunggu harga stabil karena sekarang berubah-ubah,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan pada rantai distribusi plastik, di mana kenaikan harga di tingkat pemasok langsung berdampak pada pedagang hingga konsumen.












