Tanah Laut – Sejumlah wartawan di Kabupaten Tanah Laut menyampaikan kekecewaan terhadap penggunaan kaos bertuliskan relawan yang dibagikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan panitia pelaksana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan ke-12.
Para jurnalis menilai atribut tersebut justru menimbulkan kesalahpahaman di lapangan dan menghambat peliputan kegiatan.
“Kami atas nama wartawan mengembalikan baju bertuliskan relawan dan di depannya bertuliskan pers, karena saat digunakan, wartawan di lapangan justru terhambat,” ujar Ardian Heriansyah, wartawan Barito Post, mewakili rekan-rekan media, Sabtu (1/11/2025).
Kaos yang bertuliskan “Relawan” di bagian belakang dan “Pers” di bagian depan itu disebut menyebabkan sebagian petugas dan panitia mengira wartawan adalah relawan biasa, bukan awak media resmi. Akibatnya, sejumlah jurnalis mengalami pembatasan akses peliputan di beberapa arena pertandingan.
Para wartawan menegaskan bahwa mereka bekerja berdasarkan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kemerdekaan pers dan hak memperoleh informasi publik.
“Kami berharap KONI dan panitia pelaksana lebih menghargai profesionalisme serta independensi wartawan. Pers bukan sekadar pelengkap kegiatan, tetapi bagian dari ekosistem yang menjaga transparansi, akuntabilitas, dan integritas publik terhadap penyelenggaraan olahraga daerah,” tambah Ardian.
Mereka juga berharap ke depan, koordinasi antara panitia dan media dapat ditingkatkan agar wartawan dapat menjalankan tugas peliputan secara efektif tanpa hambatan.












